Loading
Foto: Sasin Tipchai dari Pixabay
ARAHDESTINASI.COM: Hingga dua tahun ke depan diperkirakan destinasi dalam negeri akan mengalami booming, karena sebagian besar wisatawan masih mengutamakan bepergian ke destinasi lokal.
Hasil survei yang dipelopori Inventure Indonesia menyebutkan 76,5% responden menyatakan akan mengutamakan destinasi lokal terlebih dahulu ketimbang luar negeri. Hasil itu diperoleh dengan menanyakan rencana bepergian setelah 6 bulan vaksin ditemukan dan didistribusikan.
“Melihat kondisi sekarang dan berdasarkan survei, saya perkirakan dua hingga tiga tahun ke depan kondisi industri pariwisata baru bisa pulih seperti semula,” ujar pakar marketing dan brand Yuswohady yang juga menjabat sebagai managing partner di Inventure Indonesia.
Selain itu, dari hasil survei juga ditemukan bahwa prioritas wisatawan bergeser dimana cleanliness, healthiness, safety, dan environment (CHSE) menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang bakal mereka kunjungi. "Jadi saya kira, untuk menyelamatkan sektor pariwisata Indonesia, di tahun 2021 pemerintah dan pelaku usaha pariwisata harus fokus mengembangkan pariwisata domestik," ujar Yuswohady ketika memberi keterangan menjelang pelaksanaan Indonesia Industry Outlook 2021.
Medical TourismMedical tourism yang sempat menunjukkan prospek cerah sebelum pandemi, diingatkan Yuswohady untuk berhati-hati dan segera melakukan inovasi. Pasalnya, dari hasil survei menunjukan konsumen takut ke rumah sakit karena sejak pandemi dianggap sebagai salah satu tempat yang riskan terhadap penularan Covid-19.
Telemedicine disebut Yuswohady menjadi salah satu jalan keluar. Lebih dari 95% responden berpendapat rumah sakit harus menyediakan layanan telemedicine. Mereka menyatakan lebih percaya jika layanan itu diadakan oleh rumah sakit dibandingkan dengan layanan berbasis aplikasi yang tidak berlatar rumah sakit. (*)