Loading
Foto: pasardana.id
ARAHDESTINASI.COM: Mendukung pergerakan kembali wisatawan nusantara, maskapai penerbangan Citilink meningkatkan konektivitas antardaerah dengan melayani kembali rute penerbangan Banyuwangi – Denpasar pp. yang diterbangkan menggunakan pesawat ATR 72-600 mulai Jumat (28/8).
“Citilink turut mendukung program pemulihan pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan mengoperasikan kembali rute penerbangan Banyuwangi – Denpasar pp. sejalan dengan kembali dibukanya pariwisata Banyuwangi,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra di Cengkareng dalam keterangan tertulis baru-baru ini.
Juliandra berharap pengoperasian kembali rute penerbangan ini dapat menggairahkan kembali industri pariwisata domestik serta memberikan kontribusi positif bagi berbagai sektor yang mendukung pariwisata Indonesia.
Selain rute penerbangan Banyuwangi – Denpasar pp, Citilink juga meluncurkan penerbangan rute baru Denpasar – Lombok pp, setiap hari menggunakan pesawat ATR 72-600.
Patuhi Protokol
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut positif penerbangan rute Banyuwangi-Denpasar dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dibukanya kembali penerbangan Banyuwangi-Denpasar yang beberapa waktu lalu sempat dihentikan karena pandemi COVID-19.
"Dibukanya kembali penerbangan rute Banyuwangi-Denpasar ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Kami berterima kasih kepada Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Kementerian Perhubungan yang telah mendorong dibukanya kembali rute ini," kata Bupati Banyuwangi seperti dilansir Antara.
Anas mengatakan sangat senang Banyuwangi bisa terhubung dengan Bali sebagai pusat pariwisata nasional. “Kami berharap ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal," ujarnya.
Dibukanya rute penerbangan ini, kata Anas, akan berdampak pada menggeliatnya pariwisata daerah. Untuk itu,dia berharap kepada semua pelaku pariwisata untuk tidak lupa dan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
"Pariwisata yang bergerak harus teta waspada pada COVID-19. Jangan hanya bandara yang ketat melakukan protokol kesehatan, namun para wisatawan dan pelaku wisata tetap harus diingatkan untuk disiplin pada protokol kesehatan," tegasnya. (*)