Loading
Industri Kapal Pesiar Terguncang, Royal Caribbean dan Carnival Batalkan Puluhan Pelayaran. (Wikipedia)
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Gelombang pembatalan pelayaran kembali terjadi di industri kapal pesiar setelah Royal Caribbean International mengumumkan pembatalan lebih dari 20 jadwal perjalanan. Keputusan ini muncul hanya beberapa hari setelah langkah serupa diambil oleh Carnival Cruise Line.
Royal Caribbean membatalkan pelayaran yang dijadwalkan berlangsung pada musim panas 2027 dengan kapal Freedom of the Seas. Jadwal yang terdampak mencakup keberangkatan antara Mei hingga September 2027, dengan berbagai rute mulai dari perjalanan singkat ke Bahama hingga pelayaran lebih panjang ke Karibia, termasuk Aruba dan Curaçao.
Perusahaan menyatakan bahwa pembatalan dilakukan karena perubahan penempatan armada. Kapal Freedom of the Seas akan dipindahkan ke Southampton, Inggris, sebagai bagian dari penyesuaian strategi operasional.
Pihak Royal Caribbean menjelaskan bahwa perencanaan penempatan kapal bersifat dinamis dan terus disesuaikan dengan permintaan pasar, kebutuhan kapasitas, serta pertimbangan armada secara keseluruhan. Penumpang yang terdampak telah dihubungi untuk mendapatkan opsi penggantian.
Sejumlah pelanggan mengungkapkan kekecewaan mereka, terutama karena pembatalan dilakukan jauh setelah pemesanan dilakukan. Beberapa di antaranya mengeluhkan sulitnya mendapatkan jadwal pengganti dengan harga yang sama.
Sebagai solusi, Royal Caribbean menawarkan sejumlah pilihan, termasuk pemesanan ulang di kapal lain seperti Wonder of the Seas, Adventure of the Seas, atau Jewel of the Seas. Selain itu, penumpang juga dapat memilih pengembalian dana penuh beserta penggantian biaya tambahan yang telah dibayarkan.
Sebelumnya, Carnival Cruise Line juga mengumumkan pembatalan 11 pelayaran di kapal Carnival Firenze yang dijadwalkan pada musim gugur 2026. Pembatalan tersebut berlaku untuk keberangkatan antara Oktober hingga November 2026.
Carnival menawarkan opsi pemesanan ulang dengan perlindungan harga serta kredit di dalam kapal bagi penumpang terdampak, selain opsi pengembalian dana penuh.
Rangkaian pembatalan ini menandai dinamika yang masih berlangsung di industri kapal pesiar global, di mana operator terus menyesuaikan jadwal dan kapasitas armada mereka dengan kondisi pasar dan permintaan wisatawan.