Kamis, 29 Januari 2026

​Rinjani Bukan Hanya soal Puncak: Ekonomi Lokal Tembus Rp182 Miliar!


  • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:00
  • | News
 ​Rinjani Bukan Hanya soal Puncak: Ekonomi Lokal Tembus Rp182 Miliar! Para wisatawan pendaki mendirikan tenda di sekitar Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/BTNGR.

MATARAM, ARAHKITA.COM - Gunung Rinjani tidak hanya menawarkan pemandangan "negeri di atas awan" yang magis bagi para pendaki. Sepanjang tahun 2025, kawasan konservasi di Nusa Tenggara Barat ini terbukti menjadi mesin ekonomi yang perkasa bagi warga sekitarnya.

​Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat angka yang fantastis: perputaran uang di sana mencapai Rp182,05 miliar. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari geliat jasa porrtir, pemandu, hingga pengusaha penginapan yang kian makmur.

​Loncatan Signifikan Sejak 2023

Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan lonjakan tajam. Bayangkan saja, pada 2023 angka perputaran uang masih berada di kisaran Rp78 miliar. Dalam dua tahun, kenaikannya hampir menyentuh 300 persen!

​“Ini mencerminkan berkembangnya ragam usaha masyarakat, bukan semata-mata karena kenaikan jumlah pengunjung,” jelas Budhy di Mataram (29/1/2026). Artinya, ekosistem wisata di Rinjani semakin dewasa; wisatawan tidak hanya datang untuk mendaki, tapi juga membelanjakan uang mereka untuk layanan yang lebih berkualitas.

​Cuan yang Tetap Menjaga Alam

Meski angka ekonominya menggiurkan, Budhy menegaskan bahwa Rinjani tidak sedang "dijual." Pengelolaan tetap berbasis zonasi ketat—mulai dari zona inti yang tak tersentuh hingga zona pemanfaatan untuk wisata.

​Prinsipnya jelas: ekowisata berwawasan konservasi. Selain jalur pendakian yang ikonik, TNGR kini mulai mempopulerkan wisata non-pendakian seperti air terjun dan kolam alami yang tak kalah mempesona.

​Bahkan ke depannya, Rinjani siap melirik potensi "harta karun" lain seperti jamur morel dan tanaman obat. Tentu saja, semuanya harus melalui riset mendalam agar kelestarian alam tetap jadi prioritas utama. Dengan strategi ini, Rinjani membuktikan bahwa menjaga hutan bisa berjalan beriringan dengan mengisi dompet masyarakat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru