Rabu, 28 Januari 2026

7 Tren Wisata yang Diprediksi Mendominasi Tahun 2026


  • Jumat, 05 Desember 2025 | 11:00
  • | News
 7 Tren Wisata yang Diprediksi Mendominasi Tahun 2026 Perjalanan darat kembali meningkat seiring para pelancong mencari kebebasan, fleksibilitas, dan liburan berbiaya rendah (Kredit Foto: Getty Images)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Industri pariwisata terus bergerak mengikuti perubahan perilaku dan kebutuhan wisatawan. Data dari berbagai grup hotel, firma perjalanan global, dan analis tren menunjukkan bahwa tahun 2026 akan menjadi era liburan yang lebih pelan, lebih personal, dan lebih tenang. Mulai dari perjalanan yang dirancang oleh AI hingga meningkatnya minat wisata anti-mainstream, berikut rangkuman tren wisata yang diprediksi naik daun — berdasarkan laporan dan kutipan para pakar di bbc.com.

1. Quietcation: Pelarian Tenang dari Hiruk Pikuk Digital

Kebutuhan akan ketenangan mendominasi tren perjalanan 2026. Fenomena quietcation — juga dikenal sebagai hushpitality — menawarkan liburan yang menekankan sunyi, kenyamanan, dan ruang untuk detoks dari rutinitas modern.

Hector Hughes, Co-Founder Unplugged, mengatakan betapa cepatnya perubahan terjadi: “Ketika kami pertama kali meluncurkan Unplugged pada tahun 2020, detoks digital hampir tidak pernah terdengar. Sekarang, lebih dari separuh tamu kami menyebutkan kelelahan layar sebagai alasan utama mereka,” (bbc.com).

Contohnya?Visit Skåne (Swedia) memiliki Map of Quietude yang memetakan lokasi berdasarkan desibel.Skycave Retreats (Oregon) menawarkan pengalaman tinggal di kabin gelap selama 3 hari tanpa gangguan.

Liburan sunyi bukan sekadar tren — tetapi respons terhadap kejenuhan digital global.

2. AI Travel: Rencana Perjalanan yang Dirancang Algoritma

Peran AI dalam dunia perjalanan diperkirakan semakin kuat. Riset Amadeus menunjukkan bahwa generative AI makin sering digunakan untuk merencanakan itinerary, melakukan pemesanan, hingga menerjemahkan bahasa secara real-time.

Platform besar seperti Expedia dan Booking.com kini melengkapi layanannya dengan teknologi mirip ChatGPT. Namun, para ahli mengingatkan adanya risiko seperti potensi overtourism dan meningkatnya travel scam.

Jasmine Bina, CEO Concept Bureau, menegaskan perubahan pola wisatawan: “Gen AI mengubah cara kita mengekspresikan keinginan,” ujarnya kepada bbc.com. “Sekarang orang menggunakan AI untuk memahami kondisi internal mereka sebelum memilih destinasi.”

3. Liburan Tanpa Harus Memilih: Naiknya ‘Decision-Free Travel’

Keputusan kecil sehari-hari ternyata melelahkan. Karena itu, konsep liburan tanpa pilihan semakin populer.

Contohnya:Faroe Islands menguji mobil navigasi otomatis untuk mengurangi pilihan transportasi.Di Mendoza, Argentina, Winemaker’s House & Spa Suites menyediakan mystery itinerary yang membuat tamu datang tanpa tahu aktivitas yang akan dijalani.Perusahaan kapal pesiar meluncurkan paket mystery cruise.Firma PR perjalanan Lemongrass menyebut tren ini sebagai solusi atas “kelelahan mengambil keputusan” yang dialami banyak wisatawan modern.

4. Road Trip Naik Daun Lagi

Menurut Hilton Trends Report 2026, liburan darat kembali booming, terbukti dari lebih dari 5,9 juta unggahan dengan tagar #RoadTrip.

Alasannya beragam:

  • lebih fleksibel
  • lebih hemat biaya
  • lebih terasa petualangannya

Di Eropa, 60% warga Inggris memilih berkendara untuk menekan pengeluaran. Sementara itu, di Amerika Utara, road trip dianggap bagian dari budaya bersantai.

5. Hiper-Personal: Liburan yang Banget-Banget Disesuaikan

Liburan satu pola untuk semua sudah lewat. Tahun 2026 diprediksi sebagai era hyper-personal travel, seperti:

  • retreat menopause
  • tur healing setelah perceraian
  • liburan bertema hobi seperti olahraga raket atau tur penggemar serangga

Jasmine Bina menjelaskan bahwa tren ini muncul karena masyarakat membutuhkan “ritual baru” dalam hidup modern yang serba cepat.

6. Off-Grid Adventure: Menjauh ke Destinasi Anti-Instagram

Wisatawan mulai meninggalkan area populer yang penuh antrean demi tempat yang lebih sepi.

Menurut Nick Pulley (pendiri Selective Asia): Wisatawan ingin menjauh dari tempat yang terlihat terlalu sempurna di internet.

Destinasi off-grid yang makin diminati:

  • Toledo (Spanyol)
  • Brandenburg (Jerman)
  • Northumberland, Wales, Somerset (Inggris)
  • hingga destinasi berani seperti Irak

Laporan Hilton juga menunjukkan peningkatan minat pada petualangan yang memberi rasa memiliki tempat serta pertumbuhan pribadi.

7. Wisata Budaya Menggeser Hedonisme

Dorongan dari fenomena #BookTok membuat popularitas perjalanan sastra meningkat. Tren serupa seperti set-jetting (wisata ke lokasi film/series) juga semakin kuat.

Beberapa destinasi yang diprediksi hits pada 2026:

  • Cornwall – lokasi syuting serial Harry Potter terbaru
  • Yorkshire Moors – latar film Wuthering Heights versi Emerald Fennell
  • Yunani – lokasi adaptasi The Odyssey versi Christopher Nolan

Menurut Jasmine Bina, tren ini adalah bentuk pelarian modern: “Ketika dunia berubah cepat, kita melarikan diri ke fiksi.”

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru