Rabu, 28 Januari 2026

UEA Kucurkan 5 Juta Dolar untuk Kembangkan Pariwisata di Pulau Komodo


  • Jumat, 07 November 2025 | 22:30
  • | News
 UEA Kucurkan 5 Juta Dolar untuk Kembangkan Pariwisata di Pulau Komodo Wakil Gubenur NTT Johni Asadoma (kanan) saat bersama Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur NTT. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT

KUPANG, ARAHDESTINASI.COM — Kabar menggembirakan datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana sebesar 5 juta dolar AS atau sekitar Rp80 miliar untuk mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Komodo, Manggarai Barat.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa kawasan wisata unggulan dunia tersebut makin menarik perhatian investor internasional.Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan apresiasinya langsung di hadapan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, saat pertemuan di Kantor Gubernur NTT, Jumat (7/11/2025).

“Saya sangat berterima kasih atas kunjungan Anda ke NTT dan komitmen untuk mendengarkan kebutuhan kami. Uni Emirat Arab sudah banyak berinvestasi di daerah lain di Indonesia, dan kini saatnya NTT menjadi bagian dari itu,” ujar Johni.

Selain pariwisata, Johni juga berharap ada dukungan dari UEA di sektor lain seperti pengentasan stunting, perikanan, kesehatan, dan infrastruktur.

Kunjungan delegasi UEA kali ini bertujuan melakukan penjajakan investasi di kawasan Labuan Bajo dan Pulau Komodo, yang dikenal memiliki potensi besar di sektor pariwisata berkelanjutan. Dubes Abdulla hadir bersama tim Kedutaan, termasuk Meera Al Azeezi (Kepala Seksi Hubungan Ekonomi) dan beberapa analis dari bidang politik, media, serta ekonomi.

Dalam sambutannya, Abdulla menyampaikan komitmen negaranya untuk menjadi bagian dari kisah sukses pembangunan di NTT, terutama di sektor pariwisata dan pelestarian alam.

“Nusa Tenggara Timur memiliki potensi luar biasa. Kami percaya kerja sama ini bisa menciptakan peluang besar bagi kedua negara,” ungkapnya.

Abdulla juga menegaskan bahwa hubungan antara UEA dan Indonesia sudah berlangsung selama 48 tahun, dan kini memasuki babak baru menuju usia ke-50.

“Hubungan kita berkembang dari sektor-sektor tradisional menuju sektor baru seperti pariwisata, pendidikan, layanan kesehatan, dan ketahanan pangan. Ini menandai era baru dalam hubungan bilateral kedua negara,” jelasnya dikutip Antara.

Lebih lanjut, Abdulla menilai proyek pengembangan Pulau Komodo tidak hanya soal wisata, tetapi juga pelestarian ekosistem. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan lembaga pendidikan lokal seperti Universitas Nusa Cendana (Undana) agar proyek ini turut melibatkan sumber daya manusia di daerah.

“Komodo membutuhkan ekosistem yang lebih baik. Kami ingin membantu Indonesia menampilkan Komodo dengan cara yang lebih terkonsep dan berkelanjutan,” ujarnya.

Abdulla menambahkan, rencana proyek ini sebenarnya telah lama dibahas namun belum terealisasi. Dengan dukungan finansial dan kerja sama lintas sektor, ia yakin pengembangan pariwisata Pulau Komodo akan membawa dampak positif bagi perekonomian NTT sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru