Rabu, 28 Januari 2026

Kolaborasi Pariwisata Sehat dan Berkelanjutan di Kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko


  • Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:00
  • | News
 Kolaborasi Pariwisata Sehat dan Berkelanjutan di Kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin (Kiri) dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si (Kanan) sedang menyaksikan peresmian kerja sama antara AQUA InJourney Destination Management pada har Kamis (28/8/2025). (Foto: Istimewa)

MAGELANG, ARAHDESTINASI.COM – Upaya menghadirkan wisata yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan kembali digaungkan melalui kolaborasi strategis antara InJourney Destination Management dan mitra swasta Aqua. Pada 28 Agustus 2025, kerja sama baru resmi diluncurkan dengan fokus mendukung pengalaman wisata di Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko—tiga destinasi warisan dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Langkah ini tidak hanya memastikan kenyamanan wisatawan melalui penyediaan hidrasi sehat, tetapi juga mendorong keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Dukungan untuk Warisan Budaya dan Lingkungan

Kerja sama yang dijalin meliputi empat pilar utama:

Penyediaan hidrasi berkualitas bagi pengunjung kawasan candi.

Dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya di destinasi.

Pengelolaan sampah plastik berbasis sirkular.

Kontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Dengan skema ini, setiap kunjungan ke kawasan candi tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya dan kelestarian lingkungan.

Menjaga Identitas Bangsa Melalui Pariwisata

“Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko bukan sekadar objek wisata, melainkan simbol identitas bangsa. Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan warisan budaya kelas dunia dengan tetap menjunjung prinsip keberlanjutan,” jelas Hetty Herawati, Direktur Komersial InJourney Destination Management.

Hal senada disampaikan Agustin Peranginangin, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, yang menilai kolaborasi ini sebagai contoh nyata sinergi strategis. “Kami berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi pihak lain dalam mengembangkan destinasi wisata yang sehat, berkelanjutan, sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (29/8/2025).

Kontribusi Mitra Swasta

Sebagai mitra, sektor swasta berperan dalam penyediaan hidrasi sehat serta pengelolaan limbah plastik dari kawasan wisata. Sampah yang terkumpul akan diproses melalui ekosistem daur ulang sehingga kembali menjadi bahan baku botol baru. Pendekatan ekonomi sirkular ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus mendukung kenyamanan wisatawan.

Selain itu, kehadiran mitra juga memberi dampak langsung pada komunitas sekitar, mulai dari penyediaan produk di UMKM kuliner hingga program edukasi mengenai hidrasi sehat. Dengan begitu, manfaat kerja sama ini tidak hanya dirasakan oleh wisatawan, tetapi juga oleh masyarakat yang hidup berdampingan dengan destinasi bersejarah tersebut.

Konsistensi dalam Membangun Pariwisata Berkelanjutan

Kolaborasi ini melanjutkan rangkaian inisiatif berkelanjutan yang sebelumnya telah dijalankan, mulai dari kampanye edukasi wisata ramah lingkungan hingga pengembangan desa wisata. Tujuannya sama: menjaga keberlangsungan pariwisata Indonesia agar tetap memberi manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam jangka panjang.

Dengan langkah kolaboratif ini, kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko diharapkan mampu tampil bukan hanya sebagai ikon wisata dunia, tetapi juga sebagai contoh pariwisata sehat dan berkelanjutan yang membanggakan Indonesia di mata internasional.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru