Loading
Pelabuhan Aberdeen, salah satu daya tarik wisata Hong Kong. (Pixabay.com)
HONG KONG, ARAHKITA.COM - Hong Kong mengalami lonjakan jumlah wisatawan sebesar 12 persen selama paruh pertama tahun 2025, mendorong pemerintah untuk terus memperkuat daya tarik pariwisata kota tersebut.
Pemimpin Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Hong Kong sebagai destinasi wisata pilihan dunia, dengan mengadopsi pendekatan inovatif dan responsif terhadap dinamika pasar global.
Berdasarkan data resmi dari Dewan Pariwisata Hong Kong, sebanyak 23,6 juta wisatawan mengunjungi kota ini antara Januari hingga Juni, dengan sekitar 17,8 juta di antaranya berasal dari Tiongkok daratan.
Di bulan Juni saja, dilaporkan South China Morning Post, tercatat 3,48 juta kunjungan wisatawan, mengindikasikan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang semester pertama tahun ini.
Tidak hanya dari Tiongkok daratan, pertumbuhan juga terlihat dari wilayah-wilayah lain. Sebanyak 5,84 juta wisatawan datang dari negara-negara di luar daratan Tiongkok, mencatat kenaikan 17 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kunjungan dari negara-negara tetangga seperti Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina juga menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai minimal 25 persen secara tahunan. Sementara itu, pasar jarak jauh seperti Australia mengalami pertumbuhan mencolok sebesar 33 persen.
Melalui unggahan di media sosial, John Lee menyoroti berbagai inisiatif kota dalam menarik minat wisatawan global, termasuk penyelenggaraan beragam acara seni, budaya, dan olahraga. Ia juga menekankan pentingnya Kai Tak Sports Park sebagai ikon baru untuk konser dan acara internasional, memperkuat citra Hong Kong sebagai pusat aktivitas global yang dinamis.
Pemerintah Hong Kong bertekad untuk terus menciptakan pengalaman wisata yang menarik dan relevan, tidak hanya dengan memperbanyak acara berskala besar, tetapi juga dengan menyusun strategi inovatif demi menjaga daya saing kawasan ini di tengah kompetisi regional.
Lee menegaskan bahwa konsep “Timur Bertemu Barat” tetap menjadi daya tarik utama Hong Kong, dan akan terus dikembangkan untuk menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Sepanjang tahun lalu, Hong Kong mencatatkan 44,5 juta kunjungan wisatawan, meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun 2023. Sebagian besar kunjungan masih didominasi oleh wisatawan dari daratan Tiongkok, namun pertumbuhan signifikan juga tercatat dari pasar jarak dekat lainnya, termasuk Makau dan negara-negara Asia Timur, yang mengalami peningkatan lebih dari 50 persen.
Meskipun industri pariwisata sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, tren pemulihan menunjukkan arah yang positif. Komposisi wisatawan pun mulai berubah. Kini, lebih banyak wisatawan muda yang memilih menjelajahi kota dengan gaya perjalanan mandiri, mencerminkan preferensi baru dalam pariwisata pascapandemi.
Pemerintah optimistis bahwa melalui kebijakan inovatif dan peningkatan infrastruktur pariwisata, Hong Kong dapat kembali mendekati rekor kunjungan tertinggi yang pernah dicapai pada 2018, yakni 65 juta wisatawan.