Rabu, 28 Januari 2026

Yuk Jalan-Jalan ke Kampung Naga


 Yuk Jalan-Jalan ke Kampung Naga Foto: Rommy Roosyana / Beritagar.id

ARAHDESTINASI.COM: Berwisata ke Kampung Naga, dijamin akan mendapat banyak makanan untuk jiwa. Kampung adat sederhana yang terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat itu, bukan cuma indah dan eksotis, tetapi juga memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Tidak mengherankan jika Kampung Naga banyak didatangi wisatawan individu dan rombongan pelajar serta mahasiswa.

Itulah yang dialami Kiki dan teman-temannya dari satu sekolah swasta di bilangan Jakarta Barat. Siswi sekolah menengah atas itu berkisah, di Kampung Naga langit jadi luar biasa bangus. Jutaan bintang bisa dilihat dengan maa telanjang, ditambah kerlip kunang-kunang yang sudah tak bisa dijumpai lagi di Jakarta.

Mereka datang dan tinggal selama dua malam, belajar bagaimana kehidupan sehari-hari berlangsung di Kampung Naga. Bersama pemandu, mereka menyusuri sawah, mendapat banyak penjelasan, berinteraksi langsung dengan penduduk setempat, dan mempelajari banyak hal lainnya. “Di sini makanannya sederhana, tapi rasanya luar biasa enak,” tutur Kiki diamini oleh teman-teman lainnya.

Para pelajar SMA itu belajar bagaimana pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan memahami keberadaan Hutan Keramat dan Hutan Laragan. Kiki dan Valeri berkisah, penduduk Kampung Naga dan pengunjung dilarang keras memasuki kedua hutan itu agar kelestariannya terpelihara untuk menjaga keseimbangan alam di Kampung Naga. Itu sebabnya, meski terletak di lembah, Kampung Naga tidak pernah kebanjiran.

IMG-20190926-WA0024

Kampung NagaKampung Naga merupakan kampung adat yang sampai sekarang masih kuat memegang tradisi. Masyarakat kampung masih memasak menggunakan tungku dan menolak kehadiran listrik. Salah satu alasannya supaya tidak terjadi kesenjangan sosial. Itu juga sebabnya, bentuk rumahnya sama, beratap rumbia, dan terbuat dari bahan utama kayu serta bambu.

Di Kampung Naga, semua hidup teratur dengan mematuhi adat. Rumah-rumah hanya boleh menghadap utara atau selatan, sedangkan balai desa dan masjid menghadap timur atau barat. Jumlah rumah di kampung tersebut tetap dipertahankan di angka 111.

Penduduk Kampung Naga masih setia menjalani tradisi di antaranya setia melakukan Upacara Hajat Sasih yang dilaksanakan seluruh masyarakat Kampung Naga, baik yang tinggal di dalam mau pun di luar kampung. Upacara ini semacam ziarah pada leluhur dan ucapan syukur serta permohonan berkah dan keselamatan.

IMG-20190926-WA0026

Masuk ke Kampung Naga tidak dikenai retribusi, namun pengunjung wajib lapor di pos depan sebelum berjalan menuruni tangga menuju lembah, tempat Kampung Naga berada. Konon, setiap pengunjung yang menghitung anak tangga yang dituruni atau dinaiki jumlahnya selalu berbeda-beda. Tapi yang pasti selalu lebih dari 400 anak tangga.

Jika ingin menginap di dalam Kampung Naga, maka wisatawan harus mendapatkan izin dari para tetua adat dengan memberitahu terlebih dahulu pada pemandu. Begitu pula jika ada rombongan pelajar atau mahasiswa yang ingin melakukan studi tur atau pun penelitian.

Tips

1. Kampung Naga terletak sekitar 1 jam dari pusat kota Tasikmalaya dan Kota Garut.2. Bisa ditempuh dengan bus jurusan Tasikmalaya, namun akan lebih nyaman bila menggunakan kendaraan pribadi.3. Tidak dikenai tiket masuk, namun harus lapor terlebih dahulu di pos, sebelum menuruni tangga menuju Kampung Naga.4. Menggunakan pemandu lokal sangat bijaksana dan dianjurkan dengan biaya antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.5. Kenakan pakaian yang sopan dan patuhi larangan yang diberlakukan. Ada beberapa tempat yang tidak boleh difoto (pemandu akan memberitahu), tidak boleh menyetel musik, dan tidak diperbolehkan masuk ke hutan larangan dan hutan keramat.

Kontak person: Habib (085221936540)

 

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Indonesia Terbaru