Loading
Foto: ayana.com
ARAHDESTINASI.COM: Sekarang ada trend liburan yang menerapkan detoks digital. Maklum, semakin banyak orang yang tanpa disadari tak bisa berpisah dengan ponsel. Kecanduan digital yang disebut nomaphobia itu digambarkan sebagai penyakit abad 21. Ini termasuk penggunaan media sosial yang sering dikaitkan dengan depresi di kalangan anak muda.
Untuk mendorong para tamu bisa benar-benar menikmati keindahan lingkungan, Ayana Resort & Spa Bali seperti diberitakan theguardian.com, menjadi salah satu resort yang memaksa para tamu menerapkan detoks digital. Pihak manajemen melarang tamu Ayana membawa ponsel atai perangklat seluler lainnya ke kawasan kolam renang.
Peraturan tersebut merupakan upaya manajemen agar para tamu bisa bersantai tanpa harus merasa memeriksa berita, mengambil foto, memperbarui status atau postingan media sosial, mau pun merasa harus membalas email, meski sedang liburan. Sebagai gantinya para tamu didorong untuk berenang, membaca buku, bermain, atau hanya benar-benar duduk santai.
Baca juga:
Ini Dia Trend Wisata di Tengah PandemiSebuah survei yang dilakukan OnePoll menemukan bahwa lebih dari 20% orang yang disurvei mengaku memeriksa ponsel mereka perjam, meski sedang liburan sekali pun. Sekitar 14% mengaku memeriksa dua kali perjal, dan hampir 8% mengatakan memeriksa ponsel 20 kali perjam. Survey yang dilakukan Deloitte di Inggris pada 2017 bahkan menyebutkan 38% orang dewasa mengaku setiap jamnya memeriksa ponsel berkali-kali.
Kecanduan itu ternyata bukannya tidak disadari. Tebukti ada lonjakan minat liburan detoks digital. (*)