ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Kapal Induk Amerika akan Berlabuh di Belitung

Kamis , 09 Januari 2020 | 19:11
Kapal Induk Amerika akan Berlabuh di Belitung
Foto ilustrasi: wikimedia.org
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Kapal induk dan kapal perang milik Amerika Serikat direncanakan akan berlabuh di Kabupaten Belitung, sebagai rangkaian kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) pada 25 hingga 28 Agustus 2020 mendatang.

"Rencananya mereka (Amerika Serikat) akan menghadirkan kapal induk yang jelas mereka akan menghadirkan lebih dari dua kapal perang," kata Wadansatgas Multilateral Naval Exercise Komodo 2020, Bambang. T di Tanjung Pandan, Belitung seperti ditulis Antara.

Ia menjelaskan, MNEK Komodo 2020 merupakan latihan bersama TNI Angkatan Laut berskala internasional yang menghadirkan kekuatan laut asing di wilayah Indonesia dalam membangun kemaritiman internasional.

Sebanyak 54 negara direncanakan akan ikut berpartisipasi dalam latihan tempur gabungan tersebut yang diadakan di tiga lokasi, yakni Jakarta, Kepulauan Seribu dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Latihannya hanya 20 persen saja namun 80 persen lainnya diisi dengan kegiatan pariwisata, pengenalan budaya, pengobatan dan pembangunan infrastruktur," katanya.

Selain Amerika Serikat, kata dia, negara lain juga dikabarkan akan menghadirkan kapal perang yang dimilikinya seperti Australia, China, Rusia, dan Jepang.

"Jadi akan ada puluhan kapal perang asing termasuk beberapa negara yang akan menghadirkan pesawat intai maritimnya termasuk helikopter dan kapal selam mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan survei kondisi perairan di wilayah itu untuk memastikan dapat atau tidaknya dilabuhi oleh kapal - kapal perang tersebut.

Sebab, dibutuhkan kedalaman dan areal yang luas untuk lego jangkar bagi kapal - kapal dengan ukuran seperti itu.

"Untuk di pelabuhan Tanjung Batu bisa lalu di depan pantai Tanjung Pendam bisa pada jarak tertentu yang aman di kedalaman 20 meter dari pesisir pantai enam sampai tujuh mil," katanya. (*)

KOMENTAR