ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Pariwisata Sri Lanka Terpukul Pascapengeboman

Selasa , 07 Mei 2019 | 20:17
Pariwisata Sri Lanka Terpukul Pascapengeboman
Foto ilustrasi: cruisemapper.com
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Industri pariwisata Sri Lanka terpukul akibat pembatalan kunjungan wisatawan pascabom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 250 orang, dua pekan lalu.

Pariwisata, yang menyumbang 5 persen dari produk domestik bruto negara itu, telah menderita kerugian karena para turis dari berbagai negara membatalkan pesanan-pesanan kamar hotel dan penerbangan takut akan terjadi serangan-serangan lagi.

"Ini pukulan besar bagi ekonomi dan juga industri pariwisata. Agar ekonomi berkembang, penting untuk mengembalikan pariwisata ke saat sebelum serangan-serangan itu” kata Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena seperti ditulis Reuters.

Pemesanan kamar hotel turun rata-rata 186 persen selama seminggu setelah serangan-serangan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut data yang dikeluarkan konsultan perjalanan ForwardKeys. Penurunan lebih dari seratus persen menunjukkan pembatalan-pembatalan lagi daripada pemesanan.

Tingkat pembatalan pemesanan kamar hotel di seluruh negara itu rata-rata 70 persen sejak Sabtu, dengan Ibu Kota Kolombo terkena dampak paling buruk,

Ketua Biro Pariwisata Sri Lanka, Kishu Gomes kepada Reuters, mengatakan beberapa maskapai juga sudah tidak meneruskan penerbangan. “Jumlah penumpang turun dari biasanya. Inimencemaskan,” katanya.

Industri pariwisata tinggal landas di Sri Lanka, yang membanggakan garis pantai sepanjang 1.600 km, setelah berakhirnya perang saudara selama satu dekade dengan separatis Tamil tahun 2009. Pariwisata merupakan sumber valuta asing yang tumbuh cepat dan terbesar ketiga di Sri Lanka tahun lalu.

Sekitar dua pekan lalu para tersangka pengebom bunuh diri dari kelompok-kelompok yang kurang dikenal di Sri Lanka menyerang sejumlah gereja dan hotel mewah saat Paskah, menewaskan sejumlah orang yang sedang beribadah dan wisatawan. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.(*)

KOMENTAR