ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Desa Wisata Dikembangkan di Daerah Terdepan, Terkecil, dan Terluar

Selasa , 26 Februari 2019 | 23:40
Desa Wisata Dikembangkan di Daerah Terdepan, Terkecil, dan Terluar
Foto: Dok Kemendesa PDTT
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) Aisyah Gamawati mengatakan
bahwa tahun ini unit kerjanya akan mengembangkan sarana dan prasarana desa wisata di 8 kabupaten serta memberikan 4 unit kapal penumpang dan barang. Selain itu, juga akan melakukan penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat di pulau kecil dan terluar, pengembangan produk rumput laut, gula kelapa serta sumber daya garam.

“Posisi daerah terdepan, terkecil, dan terluar atau 3 T menjadi perhatian utama dari pemerintah. Bukan saja hanya melalui pendekataan keamanan, namun juga perlu memperhatikan pendekatan kesejahteraan, dimana daerah 3T sebagai beranda depan NKRI yang berbatasan langsung dengan negara lain” ujarnya dalam rapat koordinasi, sosialisasi dan pengendalian program pengembangan daerah pulau kecil dan terluar di Makasar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

Daerah-daerah tersebut menurut Aisyah, ini menyimpan potensi kekayaan pariwisata yang sangat menarik, oleh karenanya sejak 2015 pengembangan desa wisata dilakukan dengan menggandeng Kementerian Pariwisata.

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengutarakan bahwa Indonesia merupakan secuil Tanah surga yang diturunkan Tuhan di muka bumi ini memiliki potensi sangat besar. Namun, dalam perencanaannya masih parsial dan belum terintegrasi.

Oleh karena itu, kata Anwar, dalam proses penyusunan perencanaan yang terintegrasi diperlukan masterplan atau rencana induk yang mencerminkan pengembangan pulau kecil dan terluar yang berbasis dari bawah dan sesuai dengan kebutuhan.

“Kita juga perlu melibatkan swasta dan para pengusaha agar lebih mengakselerasi pengembangan di wilayah-wilayah ini," ujar Anwar dalam rakor yang dihadiri juga kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Pariwisata dan Bappenas serta menghadirkan Bappeda dan Unit Teknis dari 20 Daerah Pulau Kecil dan Terluar. (*)

 

KOMENTAR