ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Kemenhub Perketat Standar Keselamatan Penerbangan

Kamis , 01 November 2018 | 20:45
Kemenhub Perketat Standar Keselamatan Penerbangan
Foto: bbc.com

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Perhubungan akan memperketat standar keselamatan penerbangan dengan melakukan evaluasi peraturan secara menyeluruh peraturan, baik itu untuk pesawat penerbangan berbiaya murah (LCC) atau pesawat dengan pelayanan penuh (full service). “Kita akan adakan pengetatan assessment mengkaji semua peraturan keselamatan untuk semua penerbangan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers di Jakarta.

Dia mengatakan evaluasi akan disesuaikan dengan laporan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Budi juga akan meminta pendampingan dari otoritas penerbangan Amerika Serikat (Federal Aviation Administration), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Uni Eropa (European Union).

Terkait tragedi Lion Air JT 610, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membekukan sementara lisensi personel pesawat udara yang terlibat dalam menerbangkan pesawat JT 610 untuk jangka waktu 120 hari.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M Pramintohadi Sukarno dalam keterangan tetulis, mengatakan pembekuan lisensi personel dilakukan untuk kepentingan investigasi.

Ia juga meminta agar anggota direksi dan personel pesawat udara PT Lion Mentari Airlines dibebastugaskan sementara untuk kepentingan kelancaran investigasi KNKT.

Tujuan pembebastugaskan sementara tersebut berkaitan dengan pelaksanaan proses investigasi kecelakaan pesawat udara Boeing B737-8 MAX registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines.

Anggota direksi dan personel pesawat udara yang dibebastugaskan sementara adalah Director of Maintenance and Engineering, Quality Control Manager, Fleet Maintenance Management Manager dan Release Engineer PK-LQP. Selanjutnya Lion Air diminta menugaskan anggota direksi dan personel pesawat udara ini untuk membantu sepenuhnya proses investigasi dan penyelidikan oleh instansi yang berwenang. (*)

KOMENTAR