ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Sayonara Tsukiji Market

Selasa , 16 Oktober 2018 | 08:08
Sayonara Tsukiji Market
Foto: istimewa

ARAHDESTINASI.COM: Traveler yang pernah ke Tokyo, pasti pernah singgah ke Tsukiji market. Pasar ikan terbesar di dunia itu memang menjadi incaran wisatawan yang datang ke Jepang, khususnya Tokyo. Maklum, Tsukiji bukan hanya sekadar pasar ikan, tetapi juga memiliki atraksi lelang ikan yang ditunggu-tunggu. Tsukiji juga menjadi tempat petualangan kuliner tradisional Jepang yang relatif murah, selain menjalankan fungsi sebagai pasar retail dan wholesale.

Pasar yang sudah ada sejak 1935 itu menghadirkan proses lelang besar-besaran yang menjadi tontonan tersendiri buat wisatawan. Turis asing rela mendaftar untuk mendapat tempat menonton proses pelelangan yang setiap hari dibatasi hanya 120 orang. Sebagian besar lainnya melakukan petualangan kuliner mencicipi gerai demi gerai yang menjual makanan tradisional Jepang, dengan favorit sushi segar.

Kini, keberadaan Tsukiji Market benar-benar akan menjadi kenangan. Pada 6 Oktober 2018 seperti dilansir laman straitstimes.com, Tsukiji Market telah melakukan proses pelelangan terakhir sebelum semuanya direlokasi ke Toyosu. Pemerintah Jepang awalnya berencana memindahkan Pasar Tsukiji yang dianggap kumuh pada 2017. Namun, kebijakan itu ditunda karena adanya berbagai kendala, di antaranya masalah konstruksi dan kondisi lingkungan Toyosu yang dianggap belum bersih dari polusi.

Akhirnya, setelah penundaan cukup lama, pemindahan Pasar Tsukiji yang rencananya akan dibangun menjadi lahan parkir untuk mendukung event besar Olimpiade 2020 di Tokyo pun dilakukan. Tanggal 7 Oktober, ratusan pedagang yang setiap harinya bisa menghasilkan US$ 14 juta, dipindahkan ke Toyosu yang jaraknya 2,3 km dari Tsukiji. Pemindahan itu melibatkan 2.600 truk turret dan forklift.

Proses pemindahan yang dilakukan mulai dini hari, menyisakan kesedihan bagi para pedagang dan wisatawan yang datang menyaksikan. "Saya merasakan nostalgia, karena Tsukiji telah menjadi rumah saya selama 15 tahun. Kami sedih kehilangan merek Tsukiji," kata pedagang sayur mayor Tsukasa Kujirai kepada AFP seperti dikutip straitstimes.com.

Pasar Tsukiji dibuka pada 1935 dan selama bertahun-tahun memiliki proses pelelangan yang luar biasa. Rekor lelang terbesar terjadi pada 2013 dengan harga satu ikan mencapai US$ 1,8 juta atau sekitar Rp27 miliar. Saat dilakukan pelelangan terakhir pada 6 Oktober 2018, lelang tertinggi jatuh pada tuna sirip biru seberat 162 kg dengan harga US$ 38.000. atau sekitar Rp570 juta. (*)

KOMENTAR