ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Menteri Desa Ajak Masyarakat Bengkulu Bangun Desa

Senin , 06 Agustus 2018 | 06:07
Menteri Desa Ajak Masyarakat Bengkulu Bangun Desa
Foto: Dok Kemendes PDTT
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengajak seluruh masyarakat di Bengkulu untuk bersama-sama membangun desa agar lebih maju dan berkembang.

Menurut Eko, Bengkulu merupakan salah satu provinsi kaya karena memiliki tanah subur, pantai indah, dan sumber daya manusia dengan etos kerja kuat dalam menggapai keinginan membangun desa yang lebih baik. Namun, dengan begitu banyak potensi alam dan sumber daya manusia, Bengkulu ternyata masih banyak memiliki desa tertinggal. Oleh karena itu perlu ada langkah bersama untuk mengentaskan desa tertinggal.

"Saya berharap masyarakat Bengkulu dapat memanfaatkan dana desanya dengan baik dan ikut mengawal dana desa sehingga desa-desa tertinggal ataupun desa miskin yang ada di Bengkulu bisa cepat terentaskan. Saya berjanji akan banyak meluangkan waktu ke bengkulu dan bersama-sama mengentaskan kemiskinan, melepaskan ketertinggalan," tutur Mendes saat menjadi pembicara dalam dialog nasional dengan tema Indonesia Maju bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Gelanggang Olahraga Bengkulu, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu Eko menyarankan agar pemanfaatan dana desa tidak fokus diarahkan ke pembangunan infrastruktur karena infrastruktur di Bengkulu sudah cukup memadai. Dia menyarankan dana desa digunakan untuk peningkatan perekonomian.

"Kepada Kepala desa, saya minta agar dana desanya mulai lebih banyak digunakan untuk pemberdayaan ekonomi, sehingga desanya bisa mempunyai pendapatan yang lebih besar dari dana desa. Dana desa itu sebagai stimulus saja karena desa nantinya akan memiliki pendapatan utamanya dari BUMDes. KSekarang ini sudah banyak BUMDes yang keuntungan bersihnya lebih dari Rp 10 miliar. Bahkan, seperti daerah ponggok itu keluarga yang tidak mampu dibiayai oleh desa dan setiap rumah wajib menyekolahkan anaknya hingga universitas dengan dibiayai oleh desa. Kalau disana bisa, seharusnya di Bengkulu juga bisa," tegasnya.

Lebih lanjut Menteri Eko menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran melalui dana desa selama 4 tahun sebesar Rp187 triliun. Dengan angka sebesar itu sudah banyak desa tertinggal terentas menjadi berkembang dan desa berkembang menjadi desa mandiri. "Dampak dari dana desa itu sangat besar dalam percepatan pembangunan desa dan meningkatkan ekonomi di desa," katanya.

Dampak dari dana desa antara lain sebagai penunjang aktivasi ekonomi masyarakat dengan membangun sekitar 123.858 kilometer jalan desa, 781.258 meter jembatan, 6.576 unit pasar desa, tambatan perahu sebanyak 2.960 unit, 28.830 unit irigasi, 3.111 unit sarana olahraga dan pembangunan embung sebanyak 1.971 unit.

Selain itu, dana desa juga berdampak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membangun 67.094 penahan tanah, 38.331 sarana air bersih, 112.003 MCK, 5.402 polindes, 38.217.065 meter drainase, 18.177 paud, 11.574 posyandu dan pembangunan sumur sebanyak 31.122 unit.

"Alhamdulillah pemanfaatan dana desa selama 3 tahun sudah terlihat hasilnya. Kita juga melihat terjadinya penurunan kemiskinan yang cukup signifikan. Tahun ini tingkat kemiskinannya menyentuh singel digit yakni 9,8 persen. Kalau ini bisa terus kita pertahankan, maka dalam 5 tahun kedepan jumlah orang miskin di desa akan jauh lebih kecil daripada di kota. Demikian juga penurunan stunting juga cukup besar," pungkasnya. (*)

KOMENTAR