ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Sydney Akhiri Karantina Wilayah

Senin , 11 Oktober 2021 | 22:48
Sydney Akhiri Karantina Wilayah
FOTO: Patty Jansen from Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Hari ini, Senin (11/10) Sydney dibuka kembali setelah berbulan-bulan memberlakukan karantina wilayah atau lockdown. Dunia usaha di kota terbesar di Australia itu siap menyambut penduduk yang telah divaksin penuh.

New South Wales (NSW) melaporkan 477 kasus baru virus corona dan enam kematian pada Minggu, dalam wabah yang membuat 5 juta orang di Sydney, ibu kota negara bagian itu, terkunci selama 100 hari.

Kebijakan membuka kembali negara bagian terpadat di Australia itu terkait dengan terpenuhinya target vaksin sebesar 70 persen penduduk.

“Oleh karena itu, NSW siap untuk melonggarkan beberapa pembatasan dan membuka kembali banyak bisnis,” kata pemimpin NSW Dominic Perrottet seperti dikutip Antara.

"Ini adalah hari istimewa bagi negara bagian kita, dan kepada semua orang di seluruh New South Wales: Anda telah mendapatkannya. Sudah seratus hari darah, keringat, tidak ada bir, tapi kita akan kembali beraksi besok, ujar Perrottet.

Meski sudah dibuka kembali, namun pembatasan jarak sosial dan pembatasan pertemuan publik akan tetap diberlakukan.

Media lokal melaporkan bahwa salon rambut dan kecantikan telah penuh dipesan untuk minggu-minggu mendatang.

Selaiin Sydney, Victoria, ibu kotanya Melbourne yang telah dikunci sejak awal Agustus, ditargetkan akan dibuka akhir Oktober, ketika 70 persen warganya sdudah mendapat vaksin penuh.

Secara nasional, hampir 62 persen dari semua warga Australia berusia 16 tahun ke atas telah menerima dua dosis vaksin.

Setelah 80 persen warga Australia divaksin sepenuhnya, negara tersebut secara bertahap akan bisa membuka kembali perbatasan internasional yang telah ditutup sejak Maret 2020.

Total kasus COVID-19 di negara berpenduduk kurang dari 26 juta jiwa itu tetap jauh lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara maju lainnya, dengan 127.500 lebih kasus infeksi dan 1.432 kematian selama pandemi.

Tetangganya, Selandia Baru yang sempat bebas virus, pertengahan Agustus melaporkan 60 kasus lokal baru, karena serangan varian delta. (*)

KOMENTAR