ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Uji Coba Penerapan Prokes dan PeduliLindungi Dilakukan di 20 Tempat Wisata

Kamis , 09 September 2021 | 20:51
Uji Coba Penerapan Prokes dan PeduliLindungi Dilakukan di 20 Tempat Wisata
Foto: Dok Kemenparekraf
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian terkait lainnya akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di 20 tempat wisata yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Uji coba itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Sebagai persiapan awal, Kemenparekraf menggelar rapat sosialisasi dan persiapan yang dihadiri seluruh pihak terkait.

"Upaya ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri. Akan segera dilakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi," ungkap Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo saat membuka kegiatan rapat sosialisasi dan persiapan, Rabu (8/9).

Fadjar menjelaskan, uji coba dilakukan bertahap, dimulai dari pembukaan mal, kemudian diperluas di non-mal, hotel, restoran, dan kafe di luar mal.

Uji coba penerapan protokol kesehatan dilakukan sebagai upaya dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata di masa pemberlakuan PPKM.

"Salah satu syarat wajib dari uji coba protokol kesehatan ini adalah penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi ini bukan tiket masuk, tetapi sebagai screening awal. Pada penerapannya harus wajib diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat. Jadi tidak hanya cukup scan barcode di pintu masuk, tapi protokol kesehatan juga harus tetap dijaga," tegas Fadjar.

Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola destinasi wisata yang ditunjuk dalam uji coba benar-benar dapat memahami hal-hal teknis yang harus dipersiapkan, pindai QR Code pengunjung, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan, dalam uji coba terdapat berbagai persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha. Di antaranya adalah pembatasan pengunjung yang hanya diperbolehkan di atas 12 tahun.

Selain itu, wahana air yang ada di tempat wisata yang dilakukan uji coba pembukaan tidak diizinkan dibuka. Pengelola juga harus dapat menentukan titik krisis (pelanggaran prokes) untuk melaksanakan rekayasa administrasi dan teknis.

“Akan ada mekanisme pengawasan evaluasi, dan pelaporan. Pelaporan di antaranya pengunjung secara total, persentase jumlah pengunjung terhadap carrying capacity, penerapan protokol kesehatan oleh petugas dan pengunjung, kendala yang dihadapi pengelola/petugas, juga kendala pengunjung. Semoga uji coba dapat dilaksanakan minggu ini," kata Hayun.

Kenali Titik Penularan
Perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Wisnu Trianggono, menjelaskan, pengelola tempat wisata harus benar-benar dapat memerhatikan titik kritis penularan COVID-19 di lokasinya masing-masing. Yakni dengan memerhatikan berbagai faktor. Seperti ventilasi, karena ruang indoor lebih berisiko sehingga perlu kehati-hatian di setiap titik.

Begitu juga dengan durasi dalam aktivitas yang ditawarkan, jarak antar pengunjung, juga kegiatan yang mengharuskan orang menyentuh benda yang juga disentuh orang lain.

"Pengelola kita harapkan juga dapat menerapkan sistem reservasi, dan pengunjung dapat melakukan self assessment lebih dulu di aplikasi PeduliLindungi. Pengelola juga harus memiliki satgas COVID-19 yang berkoordinasi dengan satgas setempat," jelas Wisnu.

Sekjen DPP Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Jaya Purnawijaya, menyambut baik dan mendukung penuh rencana pemerintah dalam melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk tempat wisata.

"Kami siap menjalankan protokol kesehatan dan berbagai hal yang diperlukan dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Kami juga berharap vaksinasi bagi pelaku pariwisata di daerah juga terus diakselerasi," katanya. (*)

KOMENTAR