ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Biro Perjalanan Wisata Menjerit Butuh Perhatian Pemerintah

Minggu , 22 Agustus 2021 | 00:19
Biro Perjalanan Wisata Menjerit Butuh Perhatian Pemerintah
Foto ilustrasi: Gerd Altmann from Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang tergabung dalam Inbound Tour Operators Association (IINTOA) sangat mengharapkan bantuan pemerintah agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi dan melakukan restart usaha saat kondisi sudah memungkinkan.

“Kondisi kami sudah sangat parah. Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian. Kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi kami untuk mendatangkan wisatawan asing,” tutur Paul Edmundus Talo, ketua umum IINTOA dalam jumpa pers virtual, Jumat (20/8)

Menurut Paul, banyak anggota IINTOA yang terpaksa merumahkan sebagian besar karyawan hingga beralih profesi sementara sampai kondisi memungkinkan untuk memulai kembali usaha mendatangkan wisatawan asing.

“Bahkan baru-baru ini saya mendengar sudah ada yang menutup usaha. Ini menyedihkan. Kami butuh bantuan untuk bertahan dan untuk memulai kembali usaha saat kondisi sudah memungkinkan,” ujarnya.

Paul yang juga Direktur Floressa Bali Tour, mengungkapkan selama ini IINTOA cukup dilibatkan oleh Kemenparekraf dalam berbagai pembicaraan. IINTOA juga difasilitasi untuk mengikuti beberapa travel mart online.

“Namun, kami butuh bantuan lebih, misalnya kebijakan pinjaman untuk usaha pariwisata dengan tenor yang panjang. Kami kesulitan mendapat kredit dan terus melepas aset karena pendapatan kami sudah minus. Kami tahu kebijakan seperti itu lintas lembaga atau kementerian. Kami berharap pemerintah pusat bisa memikirkan hal ini,” katanya.

(Baca: 80% anggota IINTOA Kolaps)

Nyoman Kirtya dari PT. Grand Komodo Tour & Travel dan PT. Raja Ampat Dive Lodge mengungkapkan hal senada. “Berpuluh-puluh tahun kami berjuang mendatangkan wisatawan asing. Pada saat sulit seperti ini, kami berharap pemerintah memberi perhatian,” ujar Nyoman Kirtya yang dikenal sebagai pelopor pembawa wisatawan mancanegara ke Pulau Komodo dan Raja Ampat.

Dalam acara virtual tersebut, anggota IINTOA juga mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah saat situasi sudah memungkinkan untuk me-restart usaha.

“Saat biro perjalanan wisata sudah bisa memulai kembali usaha, akan dibutuhkan biaya untuk melobi kembali wholeseller, mengikuti travel mart, dan mencari tahu usaha siapa saja di luar yang masih berjalan. Saat ini sebisa mungkin kami mencoba memertahankan lobi,” ujar  General Manager Pacto Ltd Freddy Rompas, diamini anggota IINTOA lainnya.

Meski diterpa kesulitan akibat pandemi Covid-19, IINTOA masih memegang optimisme. Mereka berharap usaha pariwisata bisa mulai berjalan kembali pada 2022.

Pada bincang virtual tersebut, anggota IINTOA juga mengkhawatirkan hilangnya sumber daya manusia yang berkualitas. Banyak di antaranya memilih beralih profesi dan sebagian ragu untuk kembali ke dunia pariwisata. (*)

KOMENTAR