ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Anak di Bawah Usia 12 Tahun Tidak Diperkenankan Naik Pesawat Udara dan Kereta Api

Selasa , 27 Juli 2021 | 16:14
Anak di Bawah Usia 12 Tahun Tidak Diperkenankan Naik Pesawat Udara dan Kereta Api
Foto ilustrasi: soekarnohatta-airport.co.id
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah mengubah batas usia penumpang yang diperkenankan naik pesawat udara dan kereta api selama masa PPKM yang semula di atas usia 18 tahun, kini menjadi lebih longgar, di atas 12 tahun. Itu berarti untuk sementara anak di bawah usia 12 tahun tidak diperkenankan naik dua jenis moda transportasi tersebut.

Penetapan batas usia itu tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

President Director AP II Muhammad Awaluddin, mengatakan pihaknya selaku pengelola bandara telah berkoordinasi dengan seluruh instansi lainnya di bandara untuk mengimplementasikan ketentuan di dalam SE Nomor 16/2021 dengan baik.

“Kepada calon penumpang pesawat agar memerhatikan persyaratan yang berlaku di bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Persyaratan penerbangan di tengah pandemi ini cukup dinamis melihat situasi dan kondisi terkini, dan bandara AP II siap untuk selalu mengimplementasikan setiap peraturan yang berlaku,” ujarnya lewat keterangan tertulis Senin, (26/7)

Selain tidak memerbolehkan penumpang di bawah usia 12 tahun, SE Nomor 16/2021 itu juga mengatur persyaratan perjalanan. Disebutkan bahwa calon penumpang pesawat dari dan ke Pulau Jawa dan Bali, serta daerah yang ditetapkan sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan Level 3, wajib memenuhi persyaratan:
- Menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama)
- Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkata.

Bagi calon penumpang pesawat yang ingin melakukan perjalanan dari dan ke daerah yang ditetapkan sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan Level 2, wajib memenuhi persyaratan:
- Menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau hasil negtif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

“Setiap calon penumpang harus memenuhi persyaratan yang ada. Bandara-bandara AP II didukung oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan [KKP Kemenkes] yang akan melakukan validasi dokumen kesehatan seperti kartu vaksin dan surat keterangan tes COVID-19. Kami mengimbau agar calon penumpang pesawat mempersiapkan persyaratan dengan baik,” ujar Awaluddin.

Sentra vaksinasi
Untuk mendukung calon penumpang dapat senantiasa memenuhi persyaratan dan protokol kesehatan, AP II membuka sentra vaksinasi bagi calon penumpang di 18 bandara sejak 3 Juli 2021.

Hingga 26 Juli 2021, total jumlah calon penumpang pesawat yang menjalani vaksinasi di sentra vaksinasi bandara AP II mencapai 50.000 orang calon penumpang pesawat.

“Kami bersyukur sentra vaksinasi di 18 bandara AP II mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak antara lain Kementerian Kesehatan, KKP Kemenkes, Pemprov, Pemda, maskapai, TNI/Polri dan pihak-pihak lainnya,” ujar Muhammad Awaluddin.

Di saat yang sama, AP II tengah fokus menerapkan validasi dokumen kesehatan penumpang pesawat secara digital sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 847 Tahun 2021.

Melalui penerapan SE tersebut, calon penumpang pesawat di bandara-bandara AP II cukup menunjukkan dokumen kesehatan digital miliknya (kartu vaksinasi dan surat keterangan tes COVID-19) yang ada di aplikasi PeduliLindungi untuk kemudian dilakukan validasi di terminal oleh petugas KKP Kemenkes atau di konter check in oleh petugas maskapai, menggunakan pemindai barcode atau microsite.

“Respons calon penumpang pesawat cukup baik, mereka sudah cukup familiar dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memproses keberangkatan dari bandara AP II. Tercatat sekitar 4.000 orang calon penumpang yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk validasi dokumen kesehatan digital mereka sebagai bagian dari memproses keberangkatan,” paparnya. (*)

KOMENTAR