ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Ini Kata Trinity Tentang Work From Bali

Selasa , 08 Juni 2021 | 11:03
Ini Kata Trinity Tentang Work From Bali
Foto: Instagram @trinitytraveler
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Work from Bali (WFB) yang dilakukan pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar bisa menjadi solusi sementara untuk meningkatkan perekonomian Bali. Namun, imbauan kebijakan itu agak sulit diberlakukan untuk individu.

“Kalau secara individu, sangat tergantung pada masing-masing orang. Kondisi keuangan tiap individu berbeda-beda. Tapi ada juga yang bekerja dari Bali untuk melepas kejenuhan karena sudah lama harus terus bekerja dari rumah,” ujar Trinity, penulis perjalanan yang dikenal dengan seri buku The Naked Traveler.

Trinity sendiri saat ini lebih memilih bekerja dari rumah. “Kalau saya bekerja dari Bali berarti harus membiayai dua rumah. Dalam kondisi seperti sekarang saya nyaman bekerja dari rumah dengan ruang kerja yang menghadap taman,” katanya.

Meski demikian, Trinity menilai Bali memang tempat yang tepat karena nyaman, dekat pantai, destinasi internasional, bebas pakai baju apa saja tanpa ada yang nge-judge, dan internet sudah sangat memadai. Karena itu, tidak mengherankan jika sebelum pandemi Bali jadi incaran wisatawan mancanegara yang akan berlibur mau pun bekerja sembari berlibur.

“Tapi sekali lagi, kalau untuk individu lokal sangat tergantung pada masing-masing pribadi. Ada yang berpendapat sulit bekerja dari Bali karena bawaannya liburan melulu. Ada yang berpendapat jangan harap bisa berlibur karena waktu kerja jadi tambah panjang. Tapi ada juga yang beranggapan jadi lebih produktif. Semuanya kembali ke individu masing-masing,” tuturnya.

Trinity yang punya banyak pengikut di media sosial, sempat menyinggung program WFB di akun instagram. Hasilnya mengundang lebih dari 2000 komentar.

Akun @sg_wahono berkomentar: Kalo ke bali maunya gak work mbak…kalau masih kerja mending di jkt atau sby aja.

Sementara akun @beedeeti yang melakukan kerja dari Bali menulis komentar: Saya yg "terpaksa" wfh di bali ya gak pernah kepantai meski dekat, jarang bgt nongkrong meski banyak yg lucu, ga pernah gabung komunitas.. alasannya krn bekerja di bali beda dg pas kita liburan. Energi pas liburan kagak ada habisnya, tp bekerja ketika wiken hawa kasur lbh enak drpd hawa pantai, kelonan sm guling lbh asik drpd nongkrongin cafe. Percayalah ????(*)

 

KOMENTAR