ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Work From Bali Diharapkan Dongkrak Tingkat Hunian Hotel hingga 40 Persen

Senin , 07 Juni 2021 | 16:57
Work From Bali Diharapkan Dongkrak Tingkat Hunian Hotel hingga 40 Persen
Foto: 377053 from Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berharap program Work from Bali (WFB) bisa mendongkrak tingkat hunian hotel di Pulau Dewata dari 10 sampai 14 persen menjadi 30 hingga 40 persen.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, mengatakan saat ini sudah ada respon dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan kementerian atau lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang menyatakan akan melakukan WFB.

“Tapi itu jumlahnya sedikit sekali dibandingkan dengan potensi dunia usaha. Di sini pemerintah hanya sebagai pemicu. Kami berharap akan diikuti oleh dunia-dunia usaha besar, unicorn, dan perusahaan-perusahaan besar yang sudah terdaftar di bursa saham,” tutur Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (7/06).

Program WFB ini, lanjut Sandiaga, diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali yang sampai sekarang masih minus. Per April 2021, data statistik menunjukan tingkat hunian hotel bintang hanya berkisar 10 hingga 15 persen dengan lama tunggal hanya 2,15 hari.

“Dari data itu kita lihat Bali masih bleeding. Perlu uluran tangan kita dan bantuan program dari pemerintah, salah satunya yang kami gulirkan program WFB. Setiap program tentu ada pro dan kontra. Tapi kami bekerja berdasarkan data. Sejak Kemenparekraf melakukan WFB di bulan Januari, terjadi peningkatan 3 kali lipat kunjungan wisatawan nusantara. Ini yang kami usahakan,” ujarnya.

Nantinya, papar Sandiaga, program WFB ini bisa digulirkan menjadi Work from Destination (WFD), seperti diminta beberapa destinasi wisata lainnya.

“Tapi untuk saat ini kita konsentrasi dengan Bali. Selain karena Bali membutuhkan, kasus Covid di Bali juga relatif rendah. Beberapa hari terakhir di bawah 100 kasus. Selain itu secara teknologi, Bali siap.” (*)

KOMENTAR