ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Status Geopark, Pacu Perkembangan Ekonomi Rakyat

Minggu , 15 Juli 2018 | 20:12
Status Geopark, Pacu Perkembangan Ekonomi Rakyat
Foto: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org

ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah tengah gencar mendaftarkan geopark-geopark di Indonesia agar menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Beberapa negara telah membuktikan status UGG berhasil memicu perkembangan ekonomi rakyat.

Saat ini Indonesia memiliki 80 wilayah yang berpotensi menjadi destinasi geopark, 25 di antaranya ditargetkan menjadi geopark pada 2025. Seluruh kementerian terkait di Indonesia giat melakukan pengembangan sesuai job desk masing-masing, mulai dari membenahi akses, melakukan penelitian, inovasi, dan menggarap SDM termasuk pengelolaan melalui dana desa seperti yang dilakukan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Info grafis dalam akun IG: @ditjenpdt menjabarkan pemanfaatan geopark bisa memicu pertumbuhan wilayah, mulai dari konservasi, edukasi, hingga pembangunan ekonomi berkelanjutan. Saat ini Indonesia  memiliki 4 destinasi yang sudah diakui sebagai Unesco Global Geopark, yakni Batur (Bali), Gunung Sewu, Ciletuh (Pelabuhan Ratu), dan Rinjani (Lombok).

Indonesia juga sudah menetapkan beberapa geopark nasional, yakni Kaldera Toba, Merangin (Jambi), Bojonegoro, Maros Pangkep, Gunung Tambora, Raja Ampat. dan Pulau Belitong. Keberadaan geopark akan memicu berbagai peluang investasi, mulai dari sektor hiburan, rekreasim makanan, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, perhotelan, industri UMKM, asurasi, jasa transportasi, pendidikan, dan sebagainya.

Geopark terbukti berkontribusi besar pada pembangunan berkelanjutan dan pergerakan ekonomi rakyat. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan banyak negara membuktikan geopark yang sudah diakui UNESCO mampu memicu pertumbuhan ekonomi. China yang memiliki 37 UGG  mampu mendapat pemasukan hingga Rp100 triliun. (*)

KOMENTAR