ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

WTTC Umumkan Kerugian Sektor Pariwisata 2020 Sebesar US$ 4,5 Triliun

Jumat , 26 Maret 2021 | 14:59
WTTC Umumkan Kerugian Sektor Pariwisata 2020 Sebesar US$ 4,5 Triliun
Foto: Rudy and Peter Skitterians from Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Sektor perjalanan dan pariwisata global menderita kerugian besar hampir senilai US$ 4,5 triliun sepanjang 2020.

Kerugian itu diumumkan The World Travel & Tourism Council’s (WTTC) dalam annual Economic Impact Report (EIR). Laporan itu juga menyebutkan, kontribusi sektor pariwisata dan perjalanan terhadap PDB pun turun sebesar 49,1%.

Penurunan itu sangat drastis, bila dibandingkan dengan ekonomi global yang secara keseluruhan hanya turun sebesar 3,7% selama pandemi 2020.

Secara keseluruhan, kontribusi sektorperjalan dan pariwisata terhadap PDB global anjlok menjadi US$ 4,7 triliun pada tahun 2020 (5,5% dari ekonomi global), dari hampir US $ 9,2 triliun pada tahun sebelumnya (10,4%).

Pada tahun 2019, ketika sektor pariwisata global berkembang pesat dan menghasilkan satu dari empat pekerjaan baru di seluruh dunia, tercatat mampu menyumbang 10,6% (334 juta) pekerjaan secara global.

Namun tahun lalu, ketika pandemi menghancurkan pariwisata, lebih dari 62 juta pekerjaan hilang, mewakili penurunan 18,5%, menyisakan hanya 272 juta orang yang bekerja di seluruh industriini secara global.

Kehilangan pekerjaan dirasakan di seluruh industri yang terkait dengan perjalanan dan pariwisata, termasuk UMKM yang kenyataannya mendominasi (80%) dari semua bisnis di sektor pariwisata. Selain itu, pariwisata yang terhantam pandemi juga membawa dampak pada perempuan dan pemuda.

Laporan tersebut juga mengungkapkan kerugian mengejutkan dalam pengeluaran perjalanan internasional, yang turun 69,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Namun bagaimana pun, kita harus memuji tindakan cepat pemerintah di seluruh dunia karena menyelamatkan begitu banyak pekerjaan dan mata pencaharian yang berisiko, berkat berbagai skema retensi. Tanpa kebijakan pemerintah itu, kondisi akan lebih buruk dari yang sekarang dialami,” tutur Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC lewat keterangan tertulis di laman resmi WTTC.

Laporan WTTC juga mengungkapkan prediksi yang menyebutkan bahwa kontribusi sektor perjalanan dan pariwisata terhadap PDB global bisa meningkat tajam tahun ini, diperkirakan naik 48,5% year-on-year.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa tahun ini kontribusinya hampir bisa mencapai level yang sama pada tahun 2019. Setelah itu, pada tahun 2022, dan selanjutnya akan terjadi kenaikan 25,3%.

Jika peluncuran vaksin global terus berjalan dengan cepat dan pembatasan perjalanan dilonggarkan sebelum musim panas, WTTC memerkirakan 62 juta pekerjaan yang hilang pada tahun 2020 dapat kembali pada tahun 2022.

Itu sebabnya, WTTC sangat menganjurkan dimulainya kembali perjalanan internasional yang aman pada bulan Juni 2021. (*)

 

KOMENTAR