ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Taiwan Batalkan Festival Lampion Imlek 2021

Selasa , 19 Januari 2021 | 23:46
Taiwan Batalkan Festival Lampion Imlek 2021
Foto ilustrasi: Vuong Viet dari Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Taiwan memutuskan membatalkan Festival Lampion yang akan diselenggarakan selama libur Tahun Baru Imlek yang jatuh 12 Februari 2021

Pembatalan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, setelah dilaporkan ada empat kasus yang ditularkan secara lokal. Jumlah itu merupakan peningkatan kasus harian terbesar dalam hampir 11 bulan pandemi.

"Ini keputusan yang sulit, tetapi pencegahan pandemi adalah prioritas utama kami," kata Menteri Perhubungan Lin Chia-lung kepada wartawan, seperti dikutip Travelpulse baru-baru ini.

Festival yang menampilkan lampion-lampion besar dan pertunjukan kembang api itu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahun dan telah menjadi nilai jual utama bagi otoritas setempat untuk menarik wisatawan dari luar negeri.

Lin Chih-Chien, wali kota Hsinchu, tempat festival itu akan diadakan, mengatakan beberapa perusahaan teknologi di kota itu telah meminta otoritas untuk membatalkan acara tersebut. Mereka khawatir jika terjadi wabah lokal, maka akan membatasi produksi di pusat teknologi yang menampung perusahaan-perusahaan termasuk pembuat sirkuit terpadu (chip) terbesar di dunia Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd.

Pengumuman itu muncul tak lama setelah Taiwan melaporkan empat kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal, dan tercatat terbanyak sejak 29 Februari.

Keempat kasusitu ada di rumah sakit Taoyuan, dan Kementerian Kesehatan Taiwan berencana untuk memindahkan lebih dari 200 pasien keluar dari rumah sakit ke bangsal isolasi.

“Kami sangat menyarankan agar acara berskala besar dibatalkan. Situasi berada di bawah kendali kami saat ini, karena kasus-kasus tersebut dapat dilacak dengan jelas," kata Menteri Kesehatan Chen Shih-chung.

Taiwan, yang telah mengendalikan pandemi dengan baik berkat metode pencegahan dini dan efektif, telah dibuat bingung oleh transmisi domestik baru. Pertama terjadi pada bulan Desember dan sekarang di rumah sakit di kota utara Taoyuan.

Telah dilaporkan 868 kasus, sebagian besar dari luar negeri, termasuk tujuh kematian, dengan 102 orang dirawat di rumah sakit. (*)

KOMENTAR