ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Kemenparekraf akan Bentuk Ekosistem Ekonomi di Subsektor Seni Rupa

Minggu , 17 Januari 2021 | 23:33
Kemenparekraf akan Bentuk Ekosistem Ekonomi di Subsektor Seni Rupa
Foto: Dok Kemenparekraf
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan membentuk ekosistem ekonomi di subsektor seni rupa yang merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia.

"Pemerintah akan menciptakan suatu ekosistem yang memastikan bahwa para budayawan seniman, pelukis, dan (pelaku) seni rupa itu bisa mendapatkan kemampuan untuk terus berkarya dalam situasi pandemi sekalipun dan memiliki nilai ekonomi yang membuka peluang kerja sebesar-besarnya," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif /Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam pameran mini lukisan karya Billy Mohdor Art Community di Nur Corner di Jakarta baru-baru ini.

Sandiaga menuturkan, masa pandemi COVID-19 ini dapat menjadi momentum bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk beradaptasi. Salah satunya melalui pameran mini.

"Pameran ini mengajarkan kita bahwa manusia itu memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Jadi kita harus terus melaksanakan showcase. Kita harus buat suatu etalase sehingga karya-karya ini akan mendapatkan kebermanfaatan untuk masyarakat luas," katanya.

Sandiaga mengungkapkan Kemenparekraf/Baparekraf akan membentuk ekosistem untuk subsektor-subsektor ekonomi kreatif lain yang ada di Indonesia.

Kemenparekraf, katanya, akan all out menyentuh sektor-sektor dari 17 subsektor yang ada di ekonomi kreatif dan menyandingkannya dengan pariwisata.

“Wisata-wisata kita itu akan berbasis nature and culture, jadi kita akan hadirkan suatu ekosistem agar para seniman dan budayawan, para pelukis ini bisa terus meningkatkan peran mereka dalam pembangunan bangsa," ungkap Sandiaga.

Direktur Industri Musik, Seni, Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf/Baparekraf, Mohammad Amin, menambahkan pameran mini ini dapat membangkitkan kreativitas para pelaku subsektor seni rupa untuk terus berkarya di masa pandemi COVID-19.

"Pameran tidak harus di sebuah galeri, tapi bisa seperti ini (di rumah) bisa membuat arena untuk kreasi dan produksi bahkan distribusi dan konsumsi jadi rantai nilai ekonomi kreatif bisa tercipta," ucap Amin.

Sementara itu, Billy Mohdor selaku perwakilan dari Billy Mohdor Art Community mengatakan pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan karya dari komunitasnya sekaligus sharing session dengan Kemenparekraf/Baparekraf untuk mencari solusi baru para seniman terutama seni lukis dan perupa.

"Kami juga mengharapkan adanya pelatihan atau edukasi pengelolaan finansial untuk para seniman, juga didukung dengan platform atau dukungan Koperasi Seniman Indonesia," ucap Billy. (*)

KOMENTAR