ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Ini Aturan Baru Terbang Rute Dalam Negeri

Minggu , 10 Januari 2021 | 20:27
Ini Aturan Baru Terbang Rute Dalam Negeri
Foto: Gerd Altmann dari Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran baru berisi petunjuk pelaksanaan perjalanan dalam negeri dengan transportasi udara di masa pandemi Covid-19.

Surat Edaran (SE) 3 tahun 2021 yang ditandatangani 9 Januari 2021 itu, mengharuskan pengguna transportasi udara yang melakukan mobilitas di dalam negeri wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau rapid tes antigen.

Bagi pelaku perjalanan udara menuju Bali, diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk penerbangan dari dan ke daerah lain wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Persyaratan itu tidak berlaku bagi penerbangan angkutan udara perintis, penerbangan angkutan udara di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, dan penumpang anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.

Selain kewajiban tes RT-PCR atau pun rapid tes antigen, SE itu juga mengharuskan penumpang udara mengisi Indonesia Health Alert Card (e-HAC) Indonesia, untuk ditunjukkan pada petugas kesehatan pada bandar udara tujuan.

Pelaku/penumpang perjalanan transportasi udara dalam masa pandemi juga wajib memenuhi beberapa ketentuan sebagai berikut:

  • Menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M), yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.
  • Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan;
  • Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Bagi Penyelenggara Angkutan Udara wajib mematuhi ketentuan operasional sebagaimana telah diatur di dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Penyelenggara angkutan udara tidak diperkenankan memberikan makanan dan/atau minuman kepada penumpang pada penerbangan yang berdurasi di bawah 2 (dua) jam kecuali untuk kepentingan medis.

Apabila hasil RT-PCR atau rapid test antigen pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Dan bila terdapat penumpang yang melakukan pengembalian (refund) tiket penerbangan, proses pengembalian (refund) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Awak pesawat udara yang bertugas dalam penerbangan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 14 x 24 jam sebelum keberangkatan. (*)

KOMENTAR