ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Patung Garuda & Ribuan Struktur Karang mulai Hiasi Bawah Laut Bali

Minggu , 03 Januari 2021 | 16:28
Patung Garuda & Ribuan Struktur Karang mulai Hiasi Bawah Laut Bali
Foto: Dok KKP
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Aneka jenis struktur karang yang menjadi bagian dari Program Restorasi Terumbu Karang atau Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) mulai ditenggelamkan di beberapa tempat di Bali seperti Buleleng dan Serangan.

Sturktur karang yang ditenggelamkan sangat bervariasi, mulai dari bentuk patung manusia hingga burung garuda.

IMG-20210104-WA0050

Garapan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), diharapkan bisa membentuk kluster yang memperkaya ekosistem bawah laut dan nantinya mampu menjadi daya tarik wisata.

Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu yang biasa disapa Tebe menyebutkan hingga tanggal 20 Desember 2020, struktur yang telah ditenggelamkan pada 5 lokasi ICRG sebanyak 63.964 unit, terdiri dari Nusa Dua 26.350 unit, Pandawa 10.177 unit, Sanur 7.270 unit, Serangan 7.475 unit, dan Buleleng 12.692 struktur.

“Di beberapa tempat seperti Buleleng dan Serangan sedang dalam proses penyelesaian penataan dan penanaman fragmen, sedangkan di tempat lainnya, secara paralel berlangsung penenggelaman, penataan dan penanaman fragmen,” ujar Tebe di Bali lewat keterangan tertulis yang diterima Redaksi baru-baru ini.

Tebe menggarisbawahi bahwa setelah kegiatan padat karya membuat struktur dan menenggelamkan ke laut, pekerjaan rumah besar yang harus dikawal bersama adalah pemeliharaan dan pengelolaan.

IMG-20210104-WA0051

“Kami berharap Pemerintah Daerah dan masyarakat Bali dapat memanfaatkan kebun atau taman karang hasil dari restorasi ICRG tersebut. Tentunya KKP juga akan tetap mengawal pengembangannya dalam bentuk kegiatan yang diintegrasikan dengan desa wisata bahari (Dewi Bahari),” tegasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin menaruh harapan besar program ICRG dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat Bali yang terdampak pandemi.

“Saya berharap masyarakat Bali yang telah terlibat dalam proses pembuatan kebun atau taman karang ini punya kebanggaan bahwa hasil kerja mereka dapat disaksikan oleh orang banyak. Tentunya kita semua memiliki harapan besar pariwisata di Bali dapat pulih kembali dengan cepat, dan restorasi ini menjadi salah satu yang mendongkrak percepatan tersebut,” ujar Safri.

Menanggapi adanya kekhawatiran bahwa kegiatan restorasi ini akan berdampak negatif terhadap ekosistem lainnya di bawah laut, Safri menjelaskan bahwa pelaksanaan program ICRG ini telah memperhatikan rekomendasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku otoritas keilmuan.

“Saya percaya rekomendasi dari scientific authority dan masukan akademisi di Bali ketika menentukan lokasi restorasi terumbu karang ICRG menjadi rel bagi kami untuk melaksanakan program ini,” ujarnya. (*)

KOMENTAR