ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Menteri Desa Minta Bali Gunakan Dana Desa untuk Tanggulangi Sampah Plastik

Selasa , 10 Juli 2018 | 17:31
Menteri Desa Minta Bali Gunakan Dana Desa untuk Tanggulangi Sampah Plastik
Foto: Dok Kemendes PDTT

ARAHDESTINASI.COM: Sampah plastik bukan hanya merusak lingkungan dan berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga bisa mengganggu terwujudnya pariwisata berkelanjutan. “Sampah menjadi masalah serius yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. Ini bisa mematikan sektor pariwisata,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, ketika mengunjungi salah satu hutan mangrove di Bali dan melihat banyaknya sampah di sekitar akar bakau.

Eko menjelaskan bahwa ada tiga masalah besar yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi terbesar kelima di dunia pada 2050. Tiga masalah itu menyangkut stunting, kemiskinan, dan sampah plastik. Karena itu, Eko meminta agar dana desa juga digunakan untuk mengelola sampah. Sampah organik misalnya, bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis. “Jika diolah dengan benar, sampah bisa menghasilkan uang,” ujarnya.

Eko merasa prihatin dengan masih banyaknya sampah di desa-desa wisata di Bali. Dia menyarankan agar Pemda Bali membuat peraturan khusus terkait sampah, khususnya sampah plastik. "Saya menyarankan kepada Gubernur dan para bupati di Bali untuk membuat peraturan supaya di Bali tidak ada lagi plastik atau botol minum yang bertebaran dan tidak terkelola. Ini bisa mengganggu pariwisata Bali,” katanya.

Eko memahami tidak semua sampah plastik di Bali, khususnya di pantai berasal dari Bali, tetapi juga dari daerah lain yang terbawa ombak. Meski demikian, gerakan untuk memerangi sampah plastik harus dimulai di setiap daerah. Bali sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia, diharapkan bisa segera menanggulangi dan memerangi sampah plastik. (*)

KOMENTAR