ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Masyarakat Masih Ragu Penerapan Protokol Kesehatan di Hotel & Restoran

Sabtu , 21 November 2020 | 20:10
Masyarakat Masih Ragu Penerapan Protokol Kesehatan di Hotel & Restoran
Foto: Louise Dav dari Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Winda, bukan nama sebenarnya, baru-baru ini membatalkan 3 reservasi hotel di Bandung yang rencananya akan dipakai menjelang akhir November ini. Keputusan tersebut dipicu peningkatan jumlah kasus Covid-19 di ‘Kota Kembang’.

“Jadi takut. Teman yang keluarganya tinggal di sana mengingatkan untuk berhati-hati. Dia bercerita, 8 orang keluarganya positif Covid-19. Dari 8 orang yang terinfeksi, 4 di antaranya dirujuk ke rumah sakit, dan itu pun sempat dioper-oper karena penuh,” tutur Winda.

Keputusan untuk membatalkan reservasi kian bulat ketika beberapa teman yang sempat berlibur mengatakan, masih banyak hotel yang menyajikan sarapan secara prasmanan. “Kolam renang pun tidak dibatasi seperti cendol.”

Dalam percakapan berbeda, Etty dari Yogyakarta yang pulang kampung ke Cimahi dan menginap di salah satu hotel bintang di Bandung saat libur panjang beberapa waktu lalu, mengatakan hal serupa. “Macet seperti biasa. Protokol kesehatan belum dilaksanakan dengan baik. Makan pagi masih prasmanan, kolam renang penuh seperti tidak sedang pandemi,” tuturnya.

Ketakutan Winda dan kecemasan Etty terkait penerapan protokol kesehatan, sejalan dengan hasil survei Inventure Indonesia yang dipublikasikan di Indonesia Industry Outlook 2021.

Hasil survei yang dilakukan Agustus hingga September 2020 itu menunjukkan bahwa masyarakat masih ragu apakah hotel akan atau telah menetapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Ini menjadi tantangan tersendiri yang harus diatasi manajemen hotel,” papar Yuswohady, managing partner Inventure saat memberi penjelasan secara virtual beberapa waktu lalu.

Hampir 60% dari hasil survei menyatakan masih meragukan penerapan protokol kesehatan di hotel dan restoran. Ketika ditanya pilihan hotel untuk berlibur, mayoritas menyatakan memilih akomodasi lebih luxury seperti hotel bintang 3 ke atas, villa, dan resort, karena menganggap lebih aman dari risiko penularan Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan.

Survei itu juga menunjukkan jenis wisata yang diminati pengunjung. Berikut rinciannya:

Jenis Wisata yang Diminati

Persentase

Wisata alam (pantai, gunung, dll)

64.8%

Wisata domestik

40.9%

Staycation

31.0%

Wisata kuliner

27.8%

Wisata adventure (treking, hiking, snorkeling, diving)

23.7%

Wisata luar negeri

15.9%

Nomadic tourism

12.0%

Wisata budaya

92%

Nonton festival/konser

6.2%

KOMENTAR