ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Kemenparekraf Anggarkan Rp3,8 T untuk Tangani COVID & Pemulihan Pariwisata

Jumat , 25 September 2020 | 22:55
Kemenparekraf Anggarkan Rp3,8 T untuk Tangani COVID & Pemulihan Pariwisata
Foto: Dok Kemenparekraf

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyiapkan anggaran Rp3,8 triliun untuk berabagai program terkait strategi penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, menjelaskan bahwa anggaran itu akan didistribusikan untuk berbagai program seperti Hibah Pariwisata, Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE), Stimulus Reaktivasi Pariwisata, Fasilitas Hotel dengan 3 kali makan dan snack untuk Isolasi Mandiri.

“Hibah pariwisata bertujuan membantu destinasi dan usaha pariwisata untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga meningkatkan trust dan confidence wisatawan di 85 daerah Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria seperti 10 DPP, ibu kota, provinsi, destinasi branding, daerah dengan 15 persen PHPR, dan daerah yang termasuk 100 CoE,” terang Wishnutama dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Rakorpim PC-PEN) di Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9/2020).

Mekanisme hibah pariwisata akan dilakukan melalui transfer ke daerah, 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan data realisasi PHPR 2019 Pemda masing-masing. Kemudian 30 persen lainnya digunakan daerah untuk menjadi bagian dalam penanganan dampak ekonomi sosial akibat COVID-19, terutama di sektor parwisata.

Untuk Stimulus Reaktivasi Pariwisata, Kemenparekraf memberikan stimulus reaktivasi berupa diskon 50 persen paket wisata yang baru akan dimulai setelah vaksinasi berjalan.

Kemudian terdapat sertifikasi CHSE secara gratis dengan tujuan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di destinasi wisata sesuai dengan KMK Kementerian Kesehatan dan buku panduan dari Kemenparekraf sebagai pedoman penerapan.

Kemenparekraf juga menyiapkan akomodasi berupa hotel setara bintang 3, termasuk fasilitas makan dan minum. Area penyediaan hotel terletak di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Bali. Jumlah fasilitas yang akan disediakan dapat menampung 14.000 pasien dalam waktu 14 hari karantina sampai Desember 2020. Saat ini, sudah ada 17 hotel yang sudah diverifikasi oleh Kemenkes dengan daya tampung sejumlah 3.290 kamar dan akan terus bertambah.

Wishnutama kembali menegaskan, salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi COVID-19 adalah pariwisata yang mengalami penurunan signifikan akibat terhentinya aktivitas wisata.

“Perlu upaya serius secara bersama-sama dari semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata dengan melalukan terobosan yang mampu memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan dana Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya.

Rakorpim PC-PEN dihadiri beberapa menteri kabinet Indonesia Maju dan kepala lembaga seperti, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menkomarves Luhut B Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala LKPP Roni Dwi Susanto, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Dalam sambutan pembukaan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga menekankan kembali bahwa pariwisata menjadi sektor yang sangat terpukul dengan penurunan pendapatan hingga 90 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Sektor pariwisata yang biasanya menghasilkan devisa 15 miliar dolar AS setahun, kali ini turun sampai 90 persen," katanya.

Ia menjelaskan, pariwisata di Kepulauan Riau merupakan salah satu yang paling terpukul selain Bali. Pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhannya minus 6 persen, sedangkan di Bali minus 10 persen. Sebagian besar hotel selama 9 bulan pertama tahun ini hampir tidak melayani tamu karena pembatasan pergerakan di tengah pandemi.

Selaku Ketua Komite PC-PEN, Airlangga mencatat program PEN baru dimulai di awal Juni 2020. Artinya, tingkat penyerapan 40 persen dicapai hanya dalam kurun 3 bulan 3 pekan.

“Dengan tingkat penyerapan yang makin cepat ke depan, kami perkirakan bahwa anggaran PEN sebesar Rp695 triliun akan dapat terserap hingga 100 persen,” katanya. (*)

 

KOMENTAR