ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

KKP Dukung Pengembangan Kawasan Minawisata

Selasa , 22 September 2020 | 11:52
KKP Dukung Pengembangan Kawasan Minawisata
Foto: Dok KKP

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk mengembangkan kawasan minawisata di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengapresiasi inisiasi untuk mendorong ekonomi lokal melalui pengembangan kawasan minawisata.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan lokasi ini khusus minawisata dengan keunggulan inovasi teknologi budidaya ikan nila dengan kincir atau disingkat Budidikucir. Nanti kita akan tata agar lebih bagus dan pengunjung bisa terkesan melihat kawasan ini,” ujar Slamet dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi baru-baru ini.

Slamet mengatakan, kreativitas untuk membangun ekonomi lokal sangat dibutuhkan di era perkembangan teknologi informasi seperti saat ini. Konsep eko wisata, termasuk minawisata, menurutnya menjadi ikon baru pengungkit ekonomi ditengah pandemi Covid-19.

"Saya akan menyalurkan bantuan kincir, induk nila merah dan sarana produksi lainnya. Kami akan memperbanyak bantuan kincir, karena untuk mewujudkan Kawasan Budidikucir maka kincirisasi di kawasan ini mutlak harus dilaksanakan. Ini juga untuk meningkatkan produktivitas, mutu dan daya saing ikan nila yang dihasilkan," lanjut Slamet.

Sebelum menggunakan kincir, produktivitas kolam milik kelompok Mina Taruna ini hanya 400 kg di kolam seluas 255 m2. Setelah menggunakan kincir, produksinya dapat mencapai 1.300 kg, dengan kata lain terjadi peningkatan produktivitas lebih dari 300% dengan menggunakan 1 unit kincir.

"Di beberapa daerah model ekowisata seperti minawisata sudah mulai bermunculan dan ini saya kira patut kita apresiasi dan dukung penuh. Apalagi Yogyakarta adalah destinasi wisata, sehingga minawisata bisa memicu multiplier effect, disamping sebagai penopang kebutuhan konsumsi ikan, juga jadi pendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisata,” ujar Slamet. (*)

KOMENTAR