ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

BUMDes Aktif akan Dapat Nomor Registrasi

Rabu , 08 Juli 2020 | 20:59
BUMDes Aktif akan Dapat Nomor Registrasi
Foto: Dok Kemendes PDTT
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Desa, Pembangunan Derah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberi nomor registrasi pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu langkah transformasi ekonomi desa.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, revitalisasi BUMDes bertujuan untuk peningkatan ekonomi perdesaan,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Kemendes PDTT, terangnya, melakukan upaya revitalisasi dengan beberapa langkah strategis. Pemberian nomor registrasi salah satu upaya yang dilakukan dengan tujuan agar lebih mudah melakukan pengawasan atau pendampingan. “Harapannya ini bisa dilaksanakan ini secara sistemik.”

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini dalam paparannya menjelaskan, selama pandemi Covid-19 masih ada 10.629 BUMDes yang melakukan transaksi, tersebar di 368 Kabupaten/Kota di 33 provinsi.

“Unit usaha yang aktif melakukan transaksi meliputi unit link bank, simpan pinjam, perdagangan, jasa pembayaran listrik, PAM Desa, dan lain-lain,” ujar mantan ketua DPRD Jatim ini

Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, Gus Menteri menambahkan, total transaksi yang dilakukan oleh BUMDes-BUMDes tersebut mencapai Rp308 miliar, dengan omset Rp 936 miliar.

“Sedangkan jumlah pekerja BUMDes yang masih dipertahankan adalah 58.026 orang. Artinya, satu BUMDes kurang lebih masih ada 5 pekerja,” ungkapnya

Untuk menunjukkan kredibilitas BUMDes dalam menjalankan usaha, menggali permodalan, serta bekerja sama dengan swasta dan berbagai pihak lainnya, Kemendes PDTT secara sistematis memberikan nomor registrasi Bumdes yang aktif, dengan neraca keuangan positif, serta memberikan solusi sosial bagi desanya.

“Nomor registrasi sangat penting, agar lebih kredibel. Selain itu, registrasi BUMDes merupakan upaya mempercepat rebound ekonomi desa yang diyakini sejalan dengan normal baru desa.” pungkasnya. (*)

KOMENTAR