ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Inggris Cabut Aturan Karantina untuk Pendatang

Sabtu , 27 Juni 2020 | 21:04
Inggris Cabut Aturan Karantina untuk Pendatang
Foto ilustrasi: UkyoKatayama from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah Inggris akan mencabut aturan wajib karantina selama 14 hari untuk pendatang dari negara dengan risiko COVID-19 rendah.

Tidak hanya itu, pemerintah Inggris juga akan memperlonggar beberapa anjuran perjalanan ke beberapa wilayah di luar teritorial. Perubahan tersebut akan memudahkan warga Inggris berlibur ke luar negeri saat libur musim panas.

Pelonggaran itu merupakan langkah terbaru pemerintah setelah menetapkan status darurat untuk menekan penularan COVID-19. Sejumlah menteri berusaha mengurangi dampak wabah terhadap perekonomian Inggris.

Sebuah panel yang terdiri dari para ahli akan menetapkan tiga kategori untuk para pendatang dari luar negeri. Pendatang dari negara yang masuk kategori hijau dan kuning tidak wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari setibanya di Inggris.

"Sistem penilaian risiko baru ini akan membantu kami membuka sejumlah rute perjalanan ke berbagai negara di dunia dengan hati-hati," kata seorang juru bicara pemerintah seperti dilansir Antara dari Reuters.

"Kami tidak akan ragu untuk kembali mengerem jika risiko penularan penyakit kembali muncul," kata dia.

Sementara itu, aturan wajib karantina masih tetap berlaku untuk pendatang dari negara yang masuk kategori merah.

Pemerintah Inggris memberlakukan aturan wajib karantina pada 8 Juni. Kebijakan itu dikritik keras oleh pelaku usaha penerbangan, pengelola bandara, dan sektor pariwisata yang mengatakan aturan wajib karantina dapat menghambat perjalanan ke luar negeri. Aturan itu berlaku saat mereka berharap perekonomian dapat kembali pulih.

Daftar masing-masing kategori akan diumumkan pemerintah minggu depan. Kebijakan terkait diharapkan berlaku satu minggu setelahnya.

Penyusunan daftar tersebut didasari sejumlah faktor, di antaranya tingkat penularan COVID-19, jumlah kasus positif, dan tingkat kepercayaan data.

Inggris mengatakan, pihaknya akan membahas rencana itu dengan negara lain seperti Prancis, Yunani, dan Spanyol.

Kementerian Luar Negeri Inggris pada pekan depan akan mengumumkan daftar negara dengan risiko penularan rendah. (*)

KOMENTAR