ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

129 Usaha Wisata di Jakarta Lakukan Pelanggaran Selama PSBB

Rabu , 17 Juni 2020 | 23:57
129 Usaha Wisata di Jakarta Lakukan Pelanggaran Selama PSBB
Foto ilustrasi: Abd Katon from Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Selama PSBB di Jakarta, tercatat ada 129 tempat yang di dalamnya termasuk hotel, restoran, kafe hingga bar melakukan pelanggaran.

"Kami sudah sampaikan juga peringatan ringan tertulis, peringatan berat bisa disegel dan denda. Selama PSBB ditetapkan, 129 tempat melakukan pelanggaran mulai hotel, restoran, rumah makan, bar, kafe dan sebagainya," tutur Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia seperti dilansir Antara.

Saat ini, kata Cucu, untuk sektor pariwisata seperti restoran, hotel sudah dibuka kembali di masa PSBB transisi dengan syarat ada pembatasan pengunjung 50 persen. Sementara sektor event seperti konser, tempat hiburan, yakni diskotek yang masih belum diizinkan buka.

Cucu juga menyebut selama PSBB di Jakarta, hampir seluruh sektor pariwisata hingga tempat hiburan terdampak akibat sektor-sektor itu diminta tutup untuk mencegah penularan COVID-19.

"Kalau kami lihat jumlah yang terdampak persentasenya, untuk hotel 94 persen, restoran 67 persen, karena restoran masih boleh buka di masa PSBB, tapi tidak boleh makan di tempat. Jadi penurunannya tidak terlalu separah hotel atau hiburan. Untuk hiburan 100 persen terdampak," ujarnya.

Karena sektor pariwisata diminta tutup, ada pengatuh pada pendapatan asli daerah (PAD) 2020. Cucu mencontohkan, pajak hotel yang seharusnya bisa didapat sebesar Rp2 triliun, kini hanya Rp466 miliar.

"Kalau kami lihat juga, PAD bisa dibilang sangat drastis menurun dibandingkan dengan 2019, angkanya jauh lah pendapatan yang kita dapat dari pajak di sektor pariwisata, ada tiga pajak utama, hotel, restoran dan hiburan. Contoh hotel yang harusnya harusnya Rp2 triliun, hanya Rp466 miliar sampai akhir Mei kemarin. Jadi kurang lebih hanya 23 persen dari target," ujarnya. (*)

KOMENTAR