ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Nepal Menikmati Pertumbuhan Pariwisata

Selasa , 15 Oktober 2019 | 20:52
Nepal Menikmati Pertumbuhan Pariwisata
Foto: David Mark from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Nepal terus menikmati pertumbuhan pariwisata berkelanjutan. Angka kedatangan wisatawan asing selama delapan bulan pertama (Januari-Agustus) 2019 mencapai 742.600 atau terjadi peningkatan kumulatif 9% dibandingkan dengan periode yang sama di 2018.

Departemen Imigrasi Nepal seperti dilansir travelnewsdigest.in, menyebutkan bahwa 619.765 pengunjung internasional datang melalui udara dan 122.835 datang melalui darat.

Kedatangan wisatawan dari India dalam delapan bulan pertama tahun 2019 meningkat 6,1% dibandingkan dengan 2018 yang jumlahnya 142.286. Kedatangan keseluruhan dari negara-negara SAARC (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Maladewa, Bhutan, Afghanistan) mencatat pertumbuhan 6,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 204.192 orang.

Kedatangan Eropa juga telah melonjak dengan pertumbuhan berkelanjutan dari pasar utama. Tercatat selama delapan bulan pada 2019 mencapai 136.198 total kedatangan wisatawan dari Inggris, Jerman dan Prancis masing-masing adalah 36.972, 20.362 dan 16.324.

Data imigrasi Nepal juga mencatat 106.050 turis Tiongkok atau tumbuh 9,8% lebih tinggi dari kedatangan pada periode yang sama tahun 2018. Demikian pula, pengunjung dari Thailand dan Jepang yang juga meningkat signifikan, masing-masing sebesar 38,9% dan 12,8% di dibandingkan dengan 2018.

Jumlah total pengunjung Amerika Serikat ke Nepal dalam delapan bulan pertama 2019 adalah 58.621, meningkat 6% dari tahun lalu. Demikian juga, jumlah pengunjung Australia ke Nepal sebessar 20.819, atau 8,1% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Deepak Raj Joshi, CEO Badan Pariwisata Nepal mengatakan bahwa pertumbuhan kedatangan pengunjung internasional terjadi karena adanya sinergi bersama dan partisipasi aktif dari sektor swasta dan media. "Namun, harus diakui, penangguhan penutupan Jet Airways dan TIA selama beberapa waktu, ternyata mempengaruhi tingkat pertumbuhan,” katanya. (*)

KOMENTAR