Senin, 22 April 2024

Mendaki Kinabalu, Salah Satu Gunung dengan Manajemen Pengelolaan Terbaik


 Mendaki Kinabalu, Salah Satu Gunung dengan Manajemen Pengelolaan Terbaik Gunung Kinabalu / Foto: Dok Billy Djokosetio

ARAHDESTINASI.COM: Ketinggian Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, barangkali bisa membuat hati pecinta petualangan berdebar. Maklum,  ketinggiannya mencapai 4.095 meter di atas permukaan laut (mdpl), lebih tinggi dibandingkan dengan Gunung Rinjani, Lombok (3.726 mdpl) dan Gunung Kerinci di Jambi (3.805 mdpl).

Tapi tunggu dulu, jangan keburu berkecil hati. Meski lebih tinggi, namun medan Kinabalu bakal terasa lebih mudah. Jalur trekkingnya sudah dibuat berundak alias bertangga dengan fasilitas toilet bersih yang mudah dijumpai disepanjang jalur pendakian. Ada pula jasa porter, sehingga para pendaki bisa mendaki lebih ringan, hanya membawa minum, makanan kecil secukupnya, dan jas hujan.

Meski demikian, kebugaran fisik tetap jadi syarat mutlak untuk bisa menapaki tangga Kinabalu yang memiliki kemiringan 60 derajat. Tertarik? Para pecinta petualangan memang harus mencoba mendaki Kinabalu, gunung yang disebut-sebut, memiliki manajemen pengelolaan terbaik di dunia. Mari, simak dulu kisah, fakta, pendakian Gunung Kinabalu, gunung tertinggi di Malaysia.

Manajemen TerbaikTata kelola pendakian Kinabalu diakui banyak pendaki dan pecinta alam sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Jacky Djokosetio dari Base Camp Adventure Indonesia yang merupakan representatif pendakian Gunung Kinabalu di Indonesia, mengatakan, Pemerintah Sabah menyerahkan pengelolaan pendakian Gunung Kinabalu pada pihak swasta, Sutera Sanctuary Lodges.

“Ada konsensi dari pemerintah ke Sutera Sasnctuary Lodges. Mereka yang kelola mulai dari perizinan, kuota pendakian per hari, tata kelola mulai dari base camp, tempat menginap, makan, makanan kecil, dan sebagainya,” paparnya.

Jacky menambahkan, manajemen pendakian Gunung Kinabalu merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Selain kuota pembatasan pendakian, pengelolaannya sudah sangat efektif, mulai dari tata kelola pendakian, penyediaan fasilitas umum seperti toilet dan tempat sampah, peraturan terkait asuransi yang harus dimiliki, hingga kesiapsiagaan pertolongan pertama saat ada kejadian yang tidak diinginkan.

“Di setiap shelter sebelum Laban rata selalu disediakan tempat sampah dan sudah dipilah antara sampah organik dan non-organik. Pemandu gunung bertanggungjawab terhadap sampah para pesertanya. Karena itu ada briefing dan selalu diingatkan untuk menjaga kebersihan. Selain itu, toilet juga tersedia di setiap shelter. Secara keseluruhan, kebersihannya benar-benar terjaga dan bebas dari corat-coret,” tutur Jacky.

Di Indonesia, lanjut Jacky, pengelolaan profesional sudah dimulai di Gunung Rinjani. Namun persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah sampai sekarang.

Terkait dengan pertolongan pertama saat terjadi hal yang tidak diinginkan, Jacky berkisah pernah membawa tamu yang terjatuh saat turun dari puncak Kinabalu. “Dalam waktu 2 jam, rescue sudah sampai di Laban rata. Mereka dengan cepat melakukan evakuasi, dan sampai bawah sudah siap ambulance yang langsung membawa ke rumah sakit di Kota Kinabalu. “Kita bisa belajar dari sini, termasuk pentingnya asuransi,” tutup Jacky.

Fakta Pendakian Kinabalu

  • Gunung Kinabalu berada di dalam kawasan Kinabalu Park, merupakan salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada 1964.
  • Gunung Kinabalu merupakan gunung tertinggi ketiga di Asia Tenggara, setelah Gunung Gunung Hkakabo Razi (5.881 mdpl) di Myanmar, dan Gunung Puncak Jaya (4.884 mdpl) di Papua, Indonesia.Meski medan trekking Kinabalu sudah tertata, tetap perlu persiapkan fisik. Mendaki Gunung Kinabalu berarti akan menjajaki anak tangga dengan kemiringan sekitar 60 derajat.
  • Kuota pendakian Gunung Kinabalu dibatasi perhari, hanya 163 orang, sesuai dengan kapasitas penginapan di Laban Rata, tempat istirahat sebelum pendaki melakukan perjalanan fase dua menuju puncak Kinabalu.
  • Mulai 1 Januari 2023, pendaki tidak lagi diwajibkan vaksin dan menjalani tes Covid-19.
  • Pendaki di bawah 12 tahun diperbolehkan, namun harus di bawah pendampingan orangtua. Sedangkan pendaki di atas 70 tahun tidak diperkenankan.
  • Ada beberapa jalur pendakian Gunung Kinabalu, di antaranya Ranau Trail (jalur paling umum), Kota Belud Trail, dan Via Ferrata (memerlukan keahlihan memanjat tebing).
  • Pendakian diwajibkan menggunakan pemandu resmi bersertifikat. Satu pemandu di jalur Ranau Trail, akan memandu 5 pendaki, sedangkan 1 pemandu di jalur Kota Belud Trail akan memandu 3 pendaki.
  • Registrasi pertama pendakian dilakukan di Kinabalu National Park Headquarters pukul 08.00 - 09.00.Setelah registrasi selesai, petugas akan memberikan name tag yang harus selalu dipakai dan tidak boleh hilang. Name tag itu menjadi bukti untuk memperoleh penginapan, makan, asuransi, dan juga berguna untuk keadaan darurat seperti jika diperlukan evakuasi.
  • Dari Kinabalu National Park Headquarters akan diantar ke Timpohon Gate untuk sekali lagi melakukan check in sebelum benar-benar memulai pendakian.
  • Jarak pendakian dari Timpohon Gate ke Panar Laban atau pun Laban rata sekitar 6 km. Namun karena kemiringan medan pendakian, dibutuhkan waktu sekitar 7-8 jam perjalanan. Pemandu akan memberitahukan bahwa sebaiknya bisa sampai ke Panar Laban sekitar pukul 16.00 atau 17.00
  • Dari Panar Laban, peserta menuju penginapan yang sudah disediakan, yaitu di Laban rata, Lemaing, Kinotoki atau Mokodou Laban rata.
  • Setelah makan malam, peserta bisa beristirahat. Tepat pukul 01.00 peserta bangun dan pukul 02.00 memulai pendakian ke puncak Kinabalu dengan medan batu granit. Sebelumnya wajib check in di Sayat Sayat.
  • Dari Panar Laban menuju Sayat Sayat ditargetkan sampai pukul 05.00 untuk menghindari kabut tebal yang bisa menyesatkan pendaki saat melakukan pendakian ke puncak Kinabalu. Tepat pukul 05.00, gate Sayat-Sayat ditutup, para pendaki yang terlambat tidak lagi diperkenankan naik.
  • Usai pendakian akan diberikan sertifikat Pendakian Gunung Kinabalu.

TIPS

  • Bawa keperluan pribadi secukupnya seperti pakaian ganti, obat-obatan pribadi, dan snack. Paket pendakian Kinabalu sudah termasuk makan sehari tiga kali dan penginapan yang sangat layak. Jadi, tidak perlu membawa barang bawaan berlebihan, apalagi tenda dan sleeping bag.
  • Bawalah jaket waterproof, jas hujan ringan, senter di kepala, peluit, botol minuman isi ulang, kaos kaki ganti, sarung tangan waterproof, dan camilan berkalori secukupnya. Kenakan sepatu hiking yang nyaman.
  • Patuhi arahan pemandu gunung. Peluit merupakan salah satu alat yang dibutuhkan saat terpisah dari rombongan, dan tidak menemukan tali putih yang menjadi salah satu pemandu jalan yang sudah disiapkan manajemen pendakian Kinabalu.Jika benar-benar tidak ingin membawa beban, bisa menyewa jasa porter. Harganya sekitar Rp40.000/kg dengan minimum berat 10 kg.
  • Pendakian Kinabalu bisa dilakukan dalam waktu 2 hari 1 malam, namun disarankan untuk mengambil waktu paling sedikit 3 hari 2 malam agar ada waktu aklimatisasi (penyesuaiaan tubuh pada tekanan perubahan ketinggian).
  • Lebih mudah dan nyaman jika membeli paket pendakian lewat agen perjalanan terpercaya yang sudah menjadi representatif pengelola Gunung Kinabalu
  • Jika ingin melakukan pendakian mandiri, bisa mendaftar lewat website: https://reservation.sabahparks.org.my/
  • Jangan remehkan alam, persiapkan kebugaran fisik sebelum melakukan pendakian.
  • Jagalah kebersihan, buang sampah pada tempatnya. Tempat sampah tersedia di sepanjang jalur pendakian Kinabalu.
Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Mancanegara Terbaru