ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Keindahan Masa Lalu di Kampung Heritage Kajoetangan

Senin , 23 Maret 2020 | 23:51
Keindahan Masa Lalu di Kampung Heritage Kajoetangan
Foto-foto: Dok Vonny Lumowa
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Malang tidak hanya memiliki wisata alam, tetapi juga peninggalan masa lalu yang menarik, di antaranya tercermin di Kampoeng Heritage Kajoetangan di jalan Basuki Rahmad, Malang, Jawa Timur.

IMG-20200303-WA0082

Pada masa kolonial Belanda, Kajoetangan merupakan jantung kota. Ada puluhan bangunan bersejarah yang masih terjaga dengan baik. Heritage Kajoetangan ada tersebar di tiga RW, tercatat ada 37 rumah yang masih asli.

Rumah paling tua dibangun tahun 1870 oleh keluarga Nur Wasil dengan ukuran 8x11 meter berbentuk perisai terdiri dari ruang bawah dan loteng. Banyak pula yg dibangun dalam waktu kurun 1920-1940.

Mita, salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) Kajoetangan mengatakan, seluruh rumah kuno itu hasil identifikasi warga sendiri. Melacak mulai dari pemilik pertama hingga ahli waris. “Plakat informasi itu hasil swadaya warga. Kami sadar kampung kami mimiliki sejarah dan bisa dijadikan kampung wisata sejarah,” kata Mila sembari menambahkan bahwa Heritage Kajoetangan mulai diresmikan sejak April 2018.

Selain menyisahkan kejayaan bangunan-bangunan masa lalu, ada bangunan toko, makam eyang Honggo Kusumo, Kuburan Tandak, pasar Kremyeng, irigasi Belanda, tangga 1000 dan beberapa spot menarik lainnya. Disetiap rumah asli bersejarah dipasang plakat informasi usia bangunan sampai pemilik pertamanya. Pemilik rumah memperbolehkan rumahnya di kunjungi oleh wisatawan untuk berswafoto. Destinasi ini diklaim sebagai perkampungan ala kolonial yang masih terjaga dengan baik.

IMG-20200303-WA0074

Setiap hari rata-rata ada 100 – 200 pengunjung. Namun diakhir pekan bisa dua kali lipatnya. Setiap pengunjung yang datang wajib membayar restribusi sebesar Rp. 5000 per orang dan dikelola langsung oleh warga.

Setelah membayar tiket, setiap pengunjung akan mendapatkan sovenir yang isi nya berupa post card, stiker dan peta jalan keliling kampung. Sekarang ini Heritage Kajoetangan menjadi destinasi wisata, selain sejarah bangunannya juga lokasi cantik untuk berswafoto yang intagramabel. Sayangnya masih banyak orang yang belum mengetahui potensi wisata di Kampoeng Heritage ini.

Nama Kajoetangan sendiri berasal dari kata patangantangan. Ada nama pohon yang bentuknya mirip tangan manusia jika dibentangkan. Berdasarkan kitap Pararaton, hutan Kajoetangan di Malang itu dulu menjadi tempat persembunyian Ken Arok ketika diburu Tunggul Ametung pada abd ke 13.

Kemudian terjadi revitalisasi di kawasan tersebut sejak Belanda masuk kota Malang. Revitalisasi kawasan itu terjadi sekitar abad 18, tepatnya ketika Belanda mendirikan perkampungan untuk orang-orang Eropa. Kampung – kampung itu tersebar dekat benteng yang ada ketika itu, antara lain di Sisi Selatan Sungai Brantas, Klojen Lor, Sawahan, Tongan ( kampung Arab) dan Talun. (Vonny Lumowa)

KOMENTAR