ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Body Rafting di Green Canyon

Senin , 23 Desember 2019 | 00:37
 Body Rafting di Green Canyon
Foto-foto: bodyrafting-guhabau.com
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Berwisata ke Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat memang mengasyikkan. Wisatawan bukan hanya menikmati wisata pantai semata, tetapi juga beragam objek wisata lain seperti Cukang Taneuh atau Green Canyon. Di tempat itu, kegiatan body rafting  jadi andalan.

Body Rafting di Green Canyon dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Guha Bau itu. Sejak diluncurkan, jumlah wisatawan yang datang terus meningkat dan ekonomi rakyat pun kian berputar. Tidak mengherankan jika beberapa waktu lalu, Desa Kertajaya berhasil meraih juara pertama Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kememdes PDTT).

"Di sini, wisatawan bisa menikmati keindahan sungai dengan pemandangan sekitarnya. Air yang jernih, pepohonan rimbun, tebing karst, air terjun kecil, hingga bebatuan yang terpampang terlihat indah dan unik," kata Teten Sutanto, Ketua BUMDes Guha Bau yang mengelola wisata body rafting di Desa Kertakaya, baru-baru ini, seperti dikutip Antara.

green3

Wisatawan, kataTeten, perlu mencoba aktivitas unggulan body rafting di Green Canyon. Ada dua trek yang ditawarkan, pertama trek panjang sejauh 10 kilometer, kedua trek pendek dengan jarak 5 kilometer.

Tiket untuk menikmati keseruan body rafting Rp225 ribu (trek panjang) dan Rp200 ribu (trek pendek). Harga ini sudah mencakup perjalanan menggunakan mobil, perahu, makan, asuransi, dan tentu saja body rafting itu sendiri dengan pemandu berpengalaman.

"Untuk body rafting, pesertanya minimal lima orang. Ini bisa satu kelompok atau digabung dengan peserta lain. Waktu tempuhnya sendiri 4 sampai 5 jam untuk trek panjang dan 1,5 sampai 3 jam untuk trek pendek," terang Teten.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan bertualang menyusuri sungai yang terlihat seolah hijau karena pantulan warna dedaunan. Tapi sebenarnya air benar-benar jernih dan menyegarkan.

green4

Untuk mengikuti kegiatan body rafting, pengunjung harus berenang hingga berjalan kaki melewati bebatuan. Bagi yang tidak bisa berenang tidak perlu khawatir , sebab setiap peserta dibekali pelampung, helm, sepatu karet, dan tentunya didampingi pemandu yang siap membantu jika sewaktu-waktu perlu bantuan.

Green Canyon kini menjadi favorit wisatawan dan tahun lalu, pengunjung yang menikmati kegiatan body rafting menjadi 15 ribu orang.

Hal ini berdampak positif untuk kegiatan ekonomi warga setempat. Bahkan, perputaran uangnya mencapai Rp2 miliar.

"Dulu sebelum jadi tempat wisata, bagi masyarakat di sini, Green Canyon itu adalah tempat angker. Tapi setelah jadi tempat wisata, secara perlahan mulai berkembang dan memberi manfaat bagi warga di sini," kata Teten.

BUMDes Guha Bau sendiri berusaha terus mengembangkan potensi wisata di Desa Kertayasa. Rencananya akan dibangun tempat pentas untuk menampilkan ragam kesenian khas daerah.

"Untuk ke depan, kita juga akan mengembangkan Green Coral yang sekarang belum begitu dikelola karena kemarin kondisi sungainya tidak ada airnya akibat kemarau," tutur Teten.

BUMDes Guha Bau sangat fokus pada pemberdayaan masyarakat. Mayoritas yang dilibatkan adalah para tenaga lokal alias warga setempat.

"Memang untuk progres terus terang saja (pengembangan wisata) di desa ini lambat. Tapi, kami punya keyakinan, walopun lambat tapi insya Allah dengan keyakinan dan cita-cita yang besar kita, insya Allah bakal mampu. Daripada cepat (dengan kehadiran investor) tapi kita hanya sebagai pembantu, lebih baik jadi pelaku walaupun lambat," kata Teten. (*)

KOMENTAR